Tuliskan semua overthingking-mu, lalu alihkan pikiran tersebut selama 24 jam
Saat otak kita mengira kita berada dalam konflik atau permasalahan, sistem alarm bawaan berbunyi secara internal untuk melindungi kita.
Baca Juga: Kuliner di Kota Liverpool: Mencicipi Kelezatan Tradisional Inggris dan Internasional
Dalam situasi seperti itu, kamu dianjurkan untuk menulias apa yang sedang kamu rasakan dan pikirkan lalu tunggu selama 24 jam untuk tidak memikirkan hal-hal yang kamu tulis tersebut, sebelum menjawab atau mengambil tindakan impulsif apa pun.
Kemudian, kamu menyimpan draf itu, sementara kamu mengalihkan hal tersebut dengan mengerjakan hal lain yang lebih penting.
Sebagai contoh:
Kamu baru saja menerima email tentang sesuatu yang tidak mengenakan. Kamu kesal, jantungmu mulai berdebar kencang, napasmu menjadi pendek, dan kamu menjadi terlalu fokus pada apa yang salah dan mengapa itu menjadi salahmu.
Jika kamu membalas email saat otakmu dalam "mode alarm", kamu mungkin mengatakan hal-hal yang nantinya akan kamu sesali, yang kemudian dapat memicu lingkaran setan dari terlalu banyak berpikir.
Menuliskan pikiran negatif dapat efektif; kamu jadi sering tidak merasa perlu mengambil tindakan berdasarkan pikiran cemas yang kamu rasakan setelah kamu menuliskannya.
Mencoba untuk bersyukur akan hal apapun
Dalam psikologi, kita tahu bahwa mengungkapkan rasa syukur dapat meningkatkan kebahagiaan kita.
Ini dapat membantu kita mengontekstualisasikan rasa frustrasi kita terhadap apa yang kita sukai dan membantu kita terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri — apakah itu orang lain, hewan, alam, atau kekuatan yang lebih tinggi.
Tetapi mengulangi rasa syukur yang sama berulang kali dapat menjadi hafalan dan mengurangi keuntungan.
Ini dapat menjadi suatu hal yang tidak berarti jika terus dilakukan, alih-alih mencoba bersyukur atas hal spesifik ketika kamu meraih sesuatu walaupun itu kecil. Jadi, mempraktikkan sesuatu yang dapat disebut sebagai "rasa syukur atas suatu hal yang khusus"
Baca Juga: Jadwal Imsak Hari Ini untuk DKI Jakarta
Sebagai contoh:
Alih-alih menulis di jurnal saya setiap hari bahwa "Aku bersyukur atas kesehatanku", kamu dapat menulis sesuatu seperti, "Aku bersyukur bahwa aku bangun hari ini tanpa sakit punggung dan memiliki kemampuan untuk melakukan latihan hari ini."
Artikel Terkait
Sholat Malam Lailatul Qadar, Hukumnya Bid’ah atau Sunnah?
Yuk, Tetap Terhidrasi Menghadapi Cuaca Bulan Ramadhan yang Ekstrim Poll!
6 Bahan-Bahan Alami yang Ampuh Menurunkan Berat Badan
Kamu Ada Ujian? UTS atau UAS? Kamu Harus Baca Ini Terlebih Dahulu
Kamu Susah Bangun Pagi? Sering Telat Masuk Sekolah? atau Sering Terlambat Masuk ke Kantor? Ini Dia Tipsnya!
Hikmah Ramadhan: 4 Sifat Calon Penghuni Surga
Mari Tertawa; Kisah Lucu Nuaiman Sahabat Nabi Yang Penuh Canda
Hikmah Ramadhan: 7 Keutamaan Dzikir Dalam Kehidupan Sehari-hari
Bertumbuh Dengan Father Hunger: Bagaimana Beberapa Orang Bisa Mengatasi Pengalaman Kehilangan Ayah? Pelajari!
Sabar: Mengapa dan Bagaimana Menjadi Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari