WartaPesona.com- Menurut Dr. Andung Bayu, Dosen Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan Fakultas Geografi UGM, perubahan iklim sebagai akibat dari pemanasan global berpengaruh besar terhadap terjadinya cuaca ekstrim yang melanda bumi dari awal 2023 hingga pertengahan bulan Ramadhan saat ini.
Saat ini cuaca terasa semakin panas di siang hari, namun hujan turun sangat
deras di waktu lainnya.
Hingga banjir melanda di berbagai daerah di Indonesia.Paparan suhu tinggi secara terus-menerus dari lingkungan dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.
Baca Juga: Sholat Malam Lailatul Qadar, Hukumnya Bid’ah atau Sunnah?
Dehidrasi merupakan terganggunya proses metabolisme tubuh disebabkan berkurangnya kandungan air dalam tubuh secara keseluruhan.
Air memiliki peranan penting terhadap banyak proses metabolisme tubuh, menjaga keseimbangan cairan (homeostasis sel),regulasi suhu, sirkulasi darah, hingga transportasi zat-zat yang diperlukan sel tubuh.
Dehidrasi dapat menyebabkan penyakit pada ginjal, seperti infeksi kandung kemih dan terbentuknya batu ginjal.
Baca Juga: SNBT 2023: Dari Persiapan Hingga Tips Belajar Agar Tidak Cepat Jenuh!
Selain itu, kekurangan air juga berpotensi menyebabkan sengatan panas (heatstroke), kejang,tekanan darah rendah, stroke, sulit berpikir, kulit kering, hingga mual dan muntah.
Selain cuaca yang ekstrim, dalam kondisi berpuasa, kita cenderung lebih sedikit
mengkonsumsi air setiap harinya. Oleh karena itu, agar tidak mengalami dehidrasi, berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan:
1. Konsumsi Air Berdasarkan Kebutuhan Harian
Meski kita tidak bisa minum Ketika berpuasa, masih ada cara jitu untuk memenuhi
asupan air harian. Kita dapat menerapkan rumus 2-4-2, yaitu:
- Minum 2 gelas air ketika berbuka puasa
- Minum 4 gelas setelah makan berat dan sebelum tidur
- Minum 2 gelas air di saat sahur
Baca Juga: Catat, Rekomendasi Restoran Halal Jika Kamu Ingin Berlibur Di London!
2. Hindari Konsumsi Kafein
Ketika kita mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi, biasanya keinginan untuk
buang air kecil akan meningkat.
Hal ini disebabkan kafein mempengaruhi kerja otot
detrusor yang ada pada kandung kemih untuk berkontraksi mengeluarkan cairan di
dalamnya.
Selain itu kafein merupakan zat diuretik yang bersifat meningkatkan
intensitas pengeluaran urin untuk mengeluarkan natrium dan klorida. Hal ini
disampaikan oleh Gregory Quayle, ahli urologi tersertifikasi dari American Board of
Medical Specialities.
Artikel Terkait
Investasi Seumur Hidup: Yang Harus Dihindari untuk Menjaga Kesehatan Mata. Tips untuk Merawat Kesehatan Mata
Sering Galau dan Stress? Mungkin Kamu Sedang Dalam Fase Quarter Life-Crisis! Yuk SImak Tips & Tricknya!
Yuk Kenali Apa Itu Jumat Agung: Hari Penting Bagi Umat Kristiani!
Hikmah Ramadhan: 7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah swt pada Hari Kiamat
Tips Ramadhan : 5 Tips Senyum dari Rasulullah SAW
Kalau Mau Bahagia, Kamu Wajib Baca Ini Manfaat Positif Thinking untuk Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Anda
Membangun Kepercayaan Diri pada Remaja: Strategi untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Mental
Mengatasi Stres pada Remaja: Pentingnya Dukungan Sosial untuk Kesehatan Mental
SNBT 2023: Dari Persiapan Hingga Tips Belajar Agar Tidak Cepat Jenuh!
Sholat Malam Lailatul Qadar, Hukumnya Bid’ah atau Sunnah?