WartaPesona.com - Mari kita belajar dari Tokoh Sufi Rabiah Al-Adawiyyah
رابعة العدوية (Rabi'atul 'Adawiyyah) agar hidup ini nyaman, damai dan mulia.
Rabiah Al Adawiyah adalah tokoh besar dalam Dunia Tasawuf yang darinya banyak sekali pelajaran indah untuk kita lakukan agar menjadi orang yang bersih jiwa, bersih hati dan bersih asa.
Kenapa kita harus membersihkan hati dan hidup penuh ketaatan, bukan bebas seenaknya?
Karena Allaah SWT Sudah Mengingatkan. bahwa gaya hidup orang yang beriman beda jauh dengan orang yang kufur:
اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ ١٢
Arti:
"Sungguh, Allaah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang indah.
Adapun orang-orang yang kufur hidup di Dunia ini bebas bersenang-senang dan makan-makan seperti halnya hewan-hewan. Maka nerakalah tempat tinggal bagi mereka.
(QS Muhammad, surah ke 47, ayat 12, halaman 508).
Baca Juga: Hikmah : Senangkan Hati Perempuan dengan Makan-makan atau Pergi Wisata ke Pantai
Dan Nabi Muhammaad SAW juga Bersabda bahwa Dunia adalah Neraka bagi orang yang beriman dan Surga bagi orang yang kufur:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »
Arti:
“Dunia adalah Penjara bagi orang yang beriman dan Surga bagi orang yang kufur.”
(Hadits Sahih Riwayah Al Imam Muslim no. 2392)
Latar Belakang
1. Nama lengkapnya adalah Raabi'ah Binti Ismail Al-'Adawiyyah Al-Qaysiyyah.
Lahir sekitar tahun 713 M di Basrah, Irak sekarang. Periode Tabi' Taabi'iin.
Wafat sekitar 801 M. abad ke-8 dalam usia mendekati 80 tahun.
Dia berasal dari keluarga yang sangat miskin.
Anak keempat dari Orang Tua yang Soleh.
Karena itulah ia dinamakan Rabi'ah yang artinya “anak keempat”.
Rabiah dijuluki Ummul Khair yang artinya "Ibu Kebaikan".
Al-'Adawiyyah karena ia berasal dari puak suku 'Adi.
2. Perjalanan Hidupnya:
- Masa kecil hidup dalam kemiskinan. Setelah ayahnya wafat, ia dijual sebagai budak belian.
- Menjadi Merdeka: Karena ketakwaan dan kesalehannya, majikan yang membeli Rabiah akhirnya membebaskannya sebagai budak, dan jadilah ia orang yang merdeka.
Artikel Terkait
Kata-Kata Mutiara: Hikmah dan Inspirasi dalam Ungkapan Singkat
Hikmah : Rukun Tetangga
Hikmah Jumat : Resepsi Pernikahan yang Menambah Dosa
Hikmah : Senangkan Hati Perempuan dengan Makan-makan atau Pergi Wisata ke Pantai