Fashion Berkelanjutan: Cara Gen Z Memadukan Gaya dan Kesadaran Lingkungan

photo author
Selfi Aulia Salsabila, Warta Pesona
- Senin, 17 Februari 2025 | 22:56 WIB
Ilustrasi- Fashion Gen Z. (Foto: freepik.com)
Ilustrasi- Fashion Gen Z. (Foto: freepik.com)

WartaPesona.com- Industri fashion dikenal dengan tren yang cepat berubah, namun, ada satu perubahan yang semakin terasa di kalangan Generasi Z: kesadaran akan keberlanjutan.

Gen Z tidak hanya mengejar tren terbaru, tetapi juga berusaha untuk membuat pilihan yang ramah lingkungan, sadar akan dampak negatif industri fashion terhadap planet kita.

Banyak dari mereka yang mulai meninggalkan fast fashion dan beralih ke alternatif yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Digital Nomad: Cara Gen Z Mengubah Definisi Kerja Konvensional


Thrift shopping atau belanja barang preloved semakin digemari oleh Gen Z. Selain mendapatkan barang dengan harga lebih terjangkau, membeli pakaian bekas juga mengurangi sampah tekstil yang mencemari lingkungan.

Gen Z melihat thrift shopping bukan hanya sebagai pilihan hemat, tetapi juga sebagai cara kreatif untuk menemukan barang-barang unik dan memiliki nilai sejarah.

Dari baju vintage hingga aksesori retro, semakin banyak anak muda yang memilih untuk "berburu" di toko barang bekas daripada membeli barang baru.

Baca Juga: FOMO dan Media Sosial: Bagaimana Gen Z Mengelola Tekanan Sosial?


Gen Z juga sangat kreatif dalam upcycling, yaitu mengubah pakaian lama menjadi sesuatu yang baru dan bernilai.

Misalnya, mereka mengubah jaket jeans lama menjadi tas atau memperbaharui pakaian dengan menambahkan desain atau aksesori.

Ini bukan hanya tentang mengurangi pemborosan, tetapi juga mengekspresikan kreativitas dalam dunia fashion. Upcycling memberi kesempatan untuk memiliki gaya pribadi yang unik tanpa merusak lingkungan.


Salah satu pilihan utama Gen Z dalam mengurangi dampak lingkungan adalah membeli produk fashion berkelanjutan.

Banyak brand yang kini memproduksi pakaian dengan bahan ramah lingkungan, seperti kapas organik, poliester daur ulang, dan bahan alami lainnya.

Selain itu, proses produksi yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan pewarna alami dan pengurangan limbah, juga menjadi pertimbangan penting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X