FOMO dan Media Sosial: Bagaimana Gen Z Mengelola Tekanan Sosial?

photo author
Selfi Aulia Salsabila, Warta Pesona
- Senin, 17 Februari 2025 | 22:47 WIB
Ilustrasi- FOMO. (Foto: mashvisor.com)
Ilustrasi- FOMO. (Foto: mashvisor.com)

WartaPesona.com - Seiring perkembangan teknologi dan media sosial, FOMO atau Fear of Missing Out semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi Generasi Z.

Istilah ini merujuk pada ketakutan akan kehilangan momen berharga yang dialami orang lain.

Media sosial yang dipenuhi foto liburan, pencapaian hidup, hingga pesta eksklusif sering kali memicu perasaan "tertinggal" pada sebagian orang.

Baca Juga: Tren Side Hustle di Kalangan Gen Z: Gaya Hidup atau Kebutuhan?


Generasi Z tumbuh di era digital, di mana informasi dan interaksi bisa diakses dengan cepat dan tanpa batas. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat kerap menampilkan kehidupan "sempurna" yang memicu perbandingan sosial.

Ketika seseorang merasa tidak ikut ambil bagian, muncul tekanan sosial yang mengarah pada perasaan cemas, kurang percaya diri, atau bahkan depresi.


Tekanan sosial akibat FOMO tidak hanya berpengaruh pada emosi, tetapi juga kesehatan mental secara keseluruhan.

Baca Juga: Mengapa Budaya Lokal Perlu Dilestarikan di Tengah Tren Globalisasi?

Riset menunjukkan bahwa FOMO dapat menyebabkan stres kronis, gangguan tidur, hingga menurunnya kualitas hubungan sosial di dunia nyata. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu keseimbangan hidup Generasi Z.


Untuk mengurangi dampak FOMO, berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan:


Batasi Penggunaan Media Sosial
Tetapkan waktu tertentu untuk membuka media sosial agar tidak terlalu banyak terpapar konten yang memicu FOMO.

Fokus pada Kesejahteraan Diri
Alihkan perhatian ke aktivitas yang bermanfaat, seperti olahraga, membaca, atau hobi lain yang dapat meningkatkan suasana hati.


Praktikkan Rasa Syukur
Luangkan waktu untuk merenungkan hal-hal positif dalam hidup, sehingga perasaan "kurang" bisa berkurang.


Jaga Koneksi Nyata
Prioritaskan hubungan dengan keluarga dan teman dekat di dunia nyata, karena interaksi langsung lebih bermakna dibandingkan hubungan virtual.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X