Menurut WHO, infeksi virus Nipah sering terdeteksi tidak spesifik sehingga menyulitkan diagnosis dan dinyatakan negatif pada saat pertama kali muncul atau terinfeksi.
Sementara itu, beberapa gejala terjangkit penyakit virus Nipah yang menonjol adalah sesak nafas hingga infeksi saluran napas akut (ISPA) ringan atau berat, hingga ensefalitis fatal.
Baca Juga: Terkait kasus Rempang di Batam Riau, MUI keluarkan 15 rekomendasi
Seseorang yang terinfeksi, pada awalnya juga bisa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri pada tenggorokan.
Gejala-gejala awal tersebut bisa pula disertai pusing, mudah mengantuk, penurunan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis lain yang menunjukkan ensefalitis akut.
Beberapa orang pun disebutkan bisa mengalami pneumonia atopik, dan gangguan saluran pernapasan berat akibat virus Nipah ini.
Sementara itu pada kasus yang berat, ensefalitis dan kejang akan muncul dan bisa berlanjut menjadi koma dalam 24-48 jam hingga kematian.
Mengingat tingkat kematiannya yang cukup tinggi dan belum ada obatnya, kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah ini sangat penting dilakukan. ***
Artikel Terkait
Kemenkes Jamin Kesehatan Ibu Melahirkan dengan Program Jampersal
IDAI, Kemenkes dan BPOM Meminta Waspada pada Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak yang Diduga dari Paracetamol
Kemenkes Ambil Kebijakan Antisipatif Untuk Cegah Gangguan Ginjal Pada Anak
5 Tips Sehat Selama Puasa Ala Kemenkes, Ada Pola Dietnya Juga
WHO Cabut Status Darurat Covid-19, Kemenkes Ingatkan Masyarakat Tetap Hati-hati
Waspada penyakit virus Nipah, Kemenkes RI keluarkan surat edaran