Digitalisasi dan infrastruktur menjadi kunci dalam menggarap aset kripto sebagai komoditas. Pemerintah juga harus adaptif terhadap perubahan dan inovasi yang ada terkait digitalisasi.
Dan salah satu upaya Kemendag dalam mewujudkan digitalisasi dan infrastruktur digital, selain utilitasi komoditas digital seperti kripto, adalah melalui program digitalisasi pasar yang menargetkan 1000 pasar dalam satu tahun.
Dalam program tersebut Kemendag menjalankan program setiap hari ke pasar-pasar mensosialisasikan pembayaran menggunakan QRIS bekerja sama dengan Bank Indonesia dan stakeholders lainnya.
"Jadi kita sudah menyaksikan gerai atau lapak memakai pembayaran digital. Dengan adanya administrasi lebih praktis, efisien, dan tertib. Itulah salah satu contoh sederhana bagaimana Kemendag adaptif terhadap digitalisasi," ujarnya.*
Artikel Terkait
5 Jenis Kopi Nusantara dan Karakteristiknya. Penting untuk Anda Tahu!
Apa Perbedaan Barista dan Bartender? Simak Perbedaan Pekerjaan Ini
Sandiaga Uno Meluncurkan AKI 2023 dengan Target 10000 Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Membuka Lapangan Kerja
Tips Bisnis : Optimalkan Peringkat Halaman Web Anda dengan Menulis Artikel dengan Judul SEO Berkualitas
Kabar Gembira Bangga! Indonesia Sukses Berpartisipasi di Bursa Pariwisata Internasional "SATTE 2023"
KAI Bagikan Suvenir dan Adakan Event Lomba Foto di Hari Valentine
Sandiaga Uno Sampaikan ATF dan Travex 2023 Bangkitkan Ekonomi dan Perluas Lapangan Kerja di Yogyakarta
Tok ! DPR Sepakat Rincian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2023: Jemaah Reguler Akan Bayar Rp49,8 Juta
6 Destinasi Laboan Bajo yang Harus Dikunjungi, Healing dengan Warisan Alam dan Budaya. Ini Daftarnya !
45 Tahun Masjid Istqlal, Menjadi Destinasi Wisata Religi Terpopuler Indonesia. Ini Sosok Imam Besar Istiqlal