Hal itu akibat masifnya otomasi mekanik, dan otomasi analitik, serta teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan teknologi-teknologi baru lainnya di berbagai sektor industri.
Baca Juga: Peparnas 2024 digelar di Solo Raya Oktober mendatang, Jateng optimis raih juara umum
Sejumlah pekerjaan akan hilang, tergeser oleh peningkatan otomasi yang telah berkembang dalam berbagai sektor.
Kondisi tersebut juga masih ditambah dengan perlambatan ekonomi global yang masih akan terus terjadi.
Karena itu, Presiden Jokowi meminta ISEI untuk menyiapkan strategi taktis dalam menangani persoalan-persoalan tersebut.
Baca Juga: OPPO RUN 2024: Marathon Pertama di Bali, Kolaborasi Gaya Hidup Sehat dan Teknologi
"Strategi-strategi taktis sangat dibutuhkan untuk diimplementasikan di tengah situasi global yang sedang sulit," katanya.
Presiden Jokowi berharap, akan ada sebuah desain taktis, rencana taktis, dan strategi taktis dan detail, dari ISEI yang bisa diimplementasikan dalam situasi yang sangat-sangat sulit. ***(KKO)
Artikel Terkait
Memberdayakan UMKM: Kunci Menuju Ekonomi Indonesia yang Tangguh
Kolaborasi Thailand dengan Kadin Surabaya dalam Bidang Ekonomi
Indonesia dan India Eksplorasi Investasi Ekonomi Digital di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Menparekraf Mendorong Tabanan untuk Menguatkan Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Uji Petik PMK3I
Inflasi: Tantangan Ekonomi yang Perlu Diwaspadai
Potensi ekonomi tahun 2025 di Yogyakarta, dari pariwisata, pertanian, dan UMKM akan jadi sektor unggulan
Prabowo Subianto tekankan urgensi kerja sama ekonomi Indonesia-Prancis
Ekonomi digital diproyeksi tumbuh empat kali lipat pada 2030, OJK-BI diminta tingkatkan perlindungan data
Kata Airlangga Hartarto, nilai ekonomi kreatif di 2023 capai Rp1,4 Triliun dan sediakan 22 juta lapangan pekerjaan
Kata Presiden Jokowi, konsep pengembangan ekonomi di IKN sesuai Asta Cita Prabowo-Gibran