WartaPesona.com - Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan Yogyakarta menjadi saksi bisu sejarah kelam G30S PKI 1965.
Di Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan Yogyakarta ini dua perwira tinggi TNI AD menjadi korban peristiwa G30S PKI 1965.
Kedua perwira TNI AD korban G30S PKI 1965 di Monumen Pancasila Kentungan Yogyakarta adalah Brigjen Katamso, dan Kolonel Sugiyono.
Baca Juga: Penderita asam urat harus hindari 9 makanan ini, 2 di antaranya durian dan seafood
Pada peristiwa kelam G30S PKI 1965, Monumen Pancasila Kentungan Yogyakarta masih berupa rawa-rawa yang berada dekat dengan Batalyon L.
Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan dibangun dengan arsitektur rumah joglo. Di dalamnya ada sebuah lubang persegi panjang.
Lubang persegi itulah tempat paling bersejarah, bekas lubang kubur dua pahlawan revolusi Brigjen Katamso, dan Kolonel Sugiyono.
Baca Juga: Pameran Nget-Ngetan, acara seni budaya yang mengangkat spirit ketahanan pangan di Yogyakarta
Buku panduan museum menceritakan, lubang itu merupakan bekas kuburan Brigjen Katamso, yang saat itu berpangkat Kolonel Infanteri, dan Kolonel Sugiyono yang ketika itu berpangkat Letnan Kolonel.
Keduanya dikubur di satu lubang tersebut, setelah diculik dari kediamannya oleh sejumlah pasukan Batalyon L yang disusupi PKI.
Keduanya diculik dan dibawa ke Markas Batalyon L, yang ketika itu berada tak jauh dari lubang.
Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono kemudian dibawa dari Markas Batalyon L menuju lubang dengan mobil Gaz.
Baca Juga: Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta memperingati Maulid Nabi digelar di tiga lokasi, meriah!
Jenazah keduanya dikuburkan dalam satu lubang dan ditutupi tanaman ubi jarak dan pisang.