WartaPesona.com - Tahun ini Museum Bahari Jakarta genap berusia 46 tahun. Berbagai kegiatan digelar dalam acara besar Pameran Art the Fact 2.0 bertema The Stories that Connecting Us di museum setempat, Penjaringan, Jakarta Utara.
Pameran Art the Fact 2.0 The Stories that Connecting Us, HUT ke-46 Museum Bahari Jakarta, akan berlangsung hingga 7 Desember 2023.
Kepala UP Museum Bahari Jakarta Misari, mengatakan pameran Art the Fact 2.0 berupaya mengangkat penyebaran budaya Austronesia di berbagai negara, dan hubungannya dengan Indonesia.
Baca Juga: Kawasan industri perfilman Jababeka Movieland Cikarang diresmikan, Sandiaga Uno punya harapan begini
"Penyebaran dan kesamaan budaya Austronesia ini terbentuk melalui hubungan laut yang terjadi," kata Misari dikutip dari laman jakarta.go.id, Minggu (9/7/2023).
Dia mengatakan, selama pameran berlangsung akan dipamerkan berbagai hasil dan bentuk dari kebudayaan Austronesia, seperti budaya, arkeologi, teknologi kebaharian, dan sebagainya.
Menurut Misari, Austronesia berasal dari penyebutan keluarga bahasa, yaitu bahasa Austronesia.
Cakupan penutur bahasa Austronesia mulai dari Pulau Madagaskar di barat, hingga wilayah mikronesia dan polinesia, atau Pulau Paskah di timur.
Baca Juga: Keraton Solo, destinasi wisata sejarah dan budaya yang masih langgeng
Selain memamerkan berbagai bentuk budaya dan hasil dari kebudayaan masyarakat pesisir, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan berbagai forum dialog.
Pameran Art the Fact 2.0 bertema The Stories that Connecting Us, HUT ke-46 Museum Bahari Jakarta melibatkan pula Museum Maritim Rotterdam, Kedutaan Filipina, Brasil, Museum dan Kota Makassar.
Museum Bahari Jakarta menyimpan berbagai benda koleksi terkait kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Museum ini berada di bawah pengawasan dari Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga: Buah apkir jangan dibuang, bisa diolah jadi produk bernilai ekonomi tinggi, caranya begini
Dalam sejarahnya, Museum Bahari ini adalah bekas gudang milik VOC Belanda yang digunakan untuk menyimpan, dan mengepak hasil bumi seperti rempah-rempah.
Museum Bahari Jakarta memiliki dua sisi, barat dan timur. Sisi barat ini disebut Westzijdsche Pakhuizen, atau Gudang Barat, dan sisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur.
Gudang barat terdiri dari empat unit bangunan, tiga unit di antaranya sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Menparekraf Apresiasi Keberadaan Museum Subak sebagai Sarana Wisata Edukasi
Liburan Ke Solo Wajib ke Museum Batik Danar Hadi Berikut 3 Alasannya
Museum Kapal Selam Surabaya: Menyelami Sejarah Maritim Indonesia
Yuk, belajar dan mengenal lebih jauh batik di Museum Batik Hartono Kota Solo
8 rekomendasi wisata di Jawa Timur yang menarik dikunjungi, dari gunung hingga pantai dan museum
Wisata sejarah kemerdekaan RI di Museum Joang 45 Jakarta, mengenang jasa para pahlawan