Gerakan Earth Hour pertama kali dilakukan di Sydney, Australia pada tahun 2007. Saat itu, sekitar 2,2 juta orang di Sydney mematikan lampu selama satu jam pada Sabtu terakhir di bulan Maret.
Gerakan ini kemudian menyebar ke seluruh dunia dan pada tahun 2008, Earth Hour diikuti oleh 35 negara di seluruh dunia. Pada tahun 2019, gerakan Earth Hour diikuti oleh lebih dari 180 negara dengan partisipasi jutaan orang.
Kegiatan
Kegiatan utama dari Earth Hour adalah mematikan lampu selama satu jam pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya.
Selain itu, Earth Hour juga mengadakan berbagai kegiatan seperti kampanye lingkungan, diskusi tentang perubahan iklim, dan aksi-aksi bersih-bersih lingkungan.
Baca Juga: Wae Rebo, Pesona Desa Adat di Pulau Flores
Manfaat
Earth Hour memiliki manfaat yang sangat penting bagi lingkungan dan kehidupan manusia di bumi. Dengan mematikan lampu selama satu jam, maka kita dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh pembangkit listrik.
Hal ini akan membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi terbarukan.
Selain itu, Earth Hour juga dapat memicu masyarakat untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Misalnya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik, menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan, atau memilah sampah dengan benar.
Baca Juga: Pesona Kota Metropolitan Jakarta, Kota yang Tidak Pernah Tidur
Dengan demikian, gerakan ini dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kesimpulan
Earth Hour adalah gerakan global yang penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Kegiatan utama dari Earth Hour adalah mematikan lampu selama satu jam pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya.
Baca Juga: Pesona Kota Metropolitan Jakarta, Kota yang Tidak Pernah Tidur
Dengan gerakan ini, kita dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh pembangkit listrik serta memicu masyarakat untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. *** (SA)
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Tingkatkan Kolaborasi untuk Pemasaran Pariwisata Nusantara yang Berkualitas dan Berkelanjutan
Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah : NTB Berpotensi Menjadi Pusat Fesyen Muslim Indonesia dan Dunia
Travel in Style : Keagungan Danau Toba dan Kekayaan Tiga Budaya Suku Batak
Mohamed Salah: Pencetak Gol Terbanyak Afrika di Liga Premier dan Liga Champions. Ini Deretan Rekor-Rekornya
Kisah Sukses Harry Kane: Dari Debut di Tottenham Hotspur Hingga Kapten Timnas Inggris. Penasaran Rekornya ...
5 Rekomendasi Menu Sehat Berpuasa, Buka Puasa Ingat Dereten Menunya. Ada Sup Sayur di Nomor Ini
Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan Umumkan Kelahiran Putri Ketiga di Instagram. Lihat Fotonya, Mirip Siapa?