WartaPesona.com - Tahun ini, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia merayakan Earth Hour 2023 di berbagai kota di Indonesia. Puncak kegiatan Earth Hour 2023 dilaksanakan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta.
Sebagai kota terpadat di Jawa Tengah, Kota Solo menghadapi masalah sampah plastik yang cukup serius. Oleh karena itu, melalui momen Earth Hour ini, WWF Indonesia mengajak masyarakat Kota Solo untuk lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola sampah plastik yang sudah terpakai.
"Kita memusatkan acara Earth Hour di Kota Solo sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan plastik yang berlebihan dan menekan dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup," ujar Aditya Bayunanda, CEO Yayasan WWF Indonesia.
Baca Juga: Pesona Sumatera Utara: Makanan, Alam, dan Budaya yang Tak Boleh Dilewatkan
Acara Earth Hour 2023 di Kota Solo yang berpusat pada Balaikota Surakarta menampilkan berbagai kegiatan, seperti talkshow, diskusi tentang perubahan iklim, dan aksi-aksi bersih-bersih lingkungan.
Tema Earth Hour 2023 adalah "Solo Resik, Kelola Sampah Plastik", menampilkan special performance dari Setengah Baya Project, Jungkat Jungkit, Musik Rangkas Sekedar Laras, Hadrah dan Suluk, seperti dilansir di Instagram WWF Indonesia.
Selain itu, masyarakat akan diimbau untuk mematikan lampu selama satu jam pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Earth Hour.
Gerakan Earth Hour sangat penting dalam mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh pembangkit listrik, serta memicu masyarakat untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.
Dengan adanya kegiatan Earth Hour di Kota Solo, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim untuk kesejahteraan bumi yang lebih baik.
Earth Hour adalah gerakan global yang digagas oleh World Wildlife Fund (WWF) dengan tujuan untuk mengajak masyarakat dunia untuk mematikan lampu selama satu jam pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya.
Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengingatkan dunia tentang pentingnya energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Sejarah
Artikel Terkait
Sandiaga Uno Tingkatkan Kolaborasi untuk Pemasaran Pariwisata Nusantara yang Berkualitas dan Berkelanjutan
Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah : NTB Berpotensi Menjadi Pusat Fesyen Muslim Indonesia dan Dunia
Travel in Style : Keagungan Danau Toba dan Kekayaan Tiga Budaya Suku Batak
Mohamed Salah: Pencetak Gol Terbanyak Afrika di Liga Premier dan Liga Champions. Ini Deretan Rekor-Rekornya
Kisah Sukses Harry Kane: Dari Debut di Tottenham Hotspur Hingga Kapten Timnas Inggris. Penasaran Rekornya ...
5 Rekomendasi Menu Sehat Berpuasa, Buka Puasa Ingat Dereten Menunya. Ada Sup Sayur di Nomor Ini
Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan Umumkan Kelahiran Putri Ketiga di Instagram. Lihat Fotonya, Mirip Siapa?