Belum Resmi Didistribusikan
Meski sudah terlihat dalam jumlah besar, Dadan menegaskan bahwa motor tersebut hingga kini belum didistribusikan secara resmi kepada para penerima manfaat.
Ia menyebut, seluruh unit kendaraan masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan secara operasional.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.
Proses ini dinilai penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara, sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan.
Baca Juga: Bebas dari Kasus Dugaan Mark Up, Videografer Amsal Sitepu Tuntut Pemulihan Nama Baik dari Negara
Jumlah Unit Diklarifikasi
Di tengah viralnya video tersebut, muncul pula berbagai informasi yang simpang siur terkait jumlah unit motor yang diadakan.
Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah klaim bahwa jumlah kendaraan mencapai 70.000 unit.
Namun, Dadan dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar," tegasnya.
Ia kemudian memaparkan bahwa total realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.801 unit dari rencana awal sebanyak 25.000 unit pada tahun anggaran 2025.
Realisasi pengadaan ini dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025 dan masih terus berproses hingga saat ini.
Baca Juga: Sadis! Ibu di Lahat Tewas Dimutilasi, Pelaku Ternyata Anak Kandung Sendiri
Sorotan Publik dan Harapan Transparansi
Artikel Terkait
Sadis! Ibu di Lahat Tewas Dimutilasi, Pelaku Ternyata Anak Kandung Sendiri
Bebas dari Kasus Dugaan Mark Up, Videografer Amsal Sitepu Tuntut Pemulihan Nama Baik dari Negara
Polemik Berlanjut, Kopdes Merah Putih Dikabarkan Akan Gunakan 20.600 Truk untuk Distribusi
Ramai di Medsos, Warung Sarapan di Tebet Gunakan Atribut ‘MBG’ yang Mirip Program Resmi