Bagi Arie, peristiwa tersebut bukan sekadar kasus hukum, melainkan tragedi kemanusiaan yang mencederai rasa keadilan dan nurani publik.
Baca Juga: Tiga Bulan Setelah Banjir, Warga Desa Sulum Aceh Tamiang Masih Andalkan Air Sungai Keruh
Doa untuk Para Aparat
Menutup pernyataannya, Arie menyampaikan harapan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
Ia juga memanjatkan doa untuk para aparat keamanan agar senantiasa diberi kelembutan hati dalam menjalankan tugas.
“Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini,” tulisnya.
Unggahan Arie Kriting tersebut pun menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang menyatakan sepakat dan mengapresiasi keberaniannya menyuarakan kegelisahan publik, sementara sebagian lain menilai pernyataannya sebagai refleksi atas persoalan mendasar yang masih dihadapi Indonesia.
Dua peristiwa viral ini kembali menegaskan bahwa isu nasionalisme, kemanusiaan, dan perlindungan terhadap anak bangsa bukan sekadar wacana, melainkan persoalan nyata yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan negara. *****
Artikel Terkait
Bertemu Anak-anak Korban Bencana di Aceh, Cinta Laura Kagum pada Semangat Mereka
Fenomena Lubang Raksasa Kian Parah, Warga Aceh Tengah Kehilangan Jalur Alternatif
Tiga Bulan Setelah Banjir, Warga Desa Sulum Aceh Tamiang Masih Andalkan Air Sungai Keruh
Polemik Anak Jadi WNA, Awardee DS Disorot Publik hingga Tuai Teguran dari LPDP