Arie menilai, dua peristiwa tersebut seakan menjadi cermin tentang bagaimana nilai kebangsaan dan kemanusiaan diuji secara bersamaan.
Nasionalisme yang Terusik
Dalam unggahannya, Arie secara khusus menyoroti polemik video alumni penerima beasiswa LPDP.
Ia mengaku rasa nasionalismenya terusik oleh pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.
“Baru kemarin, rasa nasionalisme-ku terusik,” tulis Arie.
Komedian asal Kendari itu mengaku kesal karena pernyataan tersebut datang dari seseorang yang pernah mengenyam pendidikan dari dana publik.
“Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini,” ungkapnya.
Arie menilai narasi “Cukup aku yang WNI, anakku jangan” bukan sekadar pilihan personal, melainkan pernyataan yang membawa pesan simbolik kuat di ruang publik.
“Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan pandangan pribadinya tentang masa depan anak dan bangsa.
“Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang,” tambah Arie.
Baca Juga: Bertemu Anak-anak Korban Bencana di Aceh, Cinta Laura Kagum pada Semangat Mereka
Duka atas Anak Bangsa
Tak berhenti di isu nasionalisme, Arie kemudian mengaitkannya dengan tragedi yang menimpa siswa SMP di Maluku.
Ia menuliskan dengan nada lirih tentang nasib seorang anak yang seharusnya masih menikmati masa sekolah dan bermain.
“Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk, dipukul, lalu tersungkur di atas tanah Maluku, nyawanya terenggut,” tulis Arie.
“Sedih hatiku,” lanjutnya, menegaskan rasa duka yang ia rasakan.
Artikel Terkait
Bertemu Anak-anak Korban Bencana di Aceh, Cinta Laura Kagum pada Semangat Mereka
Fenomena Lubang Raksasa Kian Parah, Warga Aceh Tengah Kehilangan Jalur Alternatif
Tiga Bulan Setelah Banjir, Warga Desa Sulum Aceh Tamiang Masih Andalkan Air Sungai Keruh
Polemik Anak Jadi WNA, Awardee DS Disorot Publik hingga Tuai Teguran dari LPDP