Tiga Bulan Setelah Banjir, Warga Desa Sulum Aceh Tamiang Masih Andalkan Air Sungai Keruh

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 23 Februari 2026 | 11:50 WIB
Kondisi warga Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang masih menggunakan air keruh untuk kebutuhan sehari-hari - WartaPesona.com (MODUS ACEH)
Kondisi warga Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang masih menggunakan air keruh untuk kebutuhan sehari-hari - WartaPesona.com (MODUS ACEH)

WartaPesona.com – Hampir tiga bulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, namun dampak bencana tersebut masih dirasakan kuat oleh masyarakat.

Hingga kini, persoalan endapan lumpur, kerusakan infrastruktur, serta krisis air bersih dan sanitasi menjadi pekerjaan rumah besar yang belum sepenuhnya tertangani.

Aceh Tamiang tercatat sebagai salah satu kabupaten dengan dampak terparah saat bencana yang terjadi sejak akhir November 2025 lalu.

Selain merendam rumah warga dan lahan pertanian, banjir bandang juga merusak jaringan air bersih dan fasilitas sanitasi, membuat sebagian masyarakat harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Desa Sulum Alami Krisis Air Bersih

Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Sulum, Kecamatan Sekerak. Hingga kini, desa tersebut masih mengalami krisis air bersih yang serius.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air langsung dari sungai yang mengalir di sekitar desa.

Kondisi air sungai tersebut jauh dari layak. Air berwarna coklat keruh akibat bercampur lumpur dan material sisa banjir.

Warga harus mendiamkan air tersebut dalam waktu tertentu agar endapannya turun sebelum bisa digunakan.

“Kondisi di sini cukup memprihatinkan, masyarakat masih mengambil air langsung dari sungai yang airnya keruh,” ujar seorang relawan yang menyambangi Desa Sulum, dikutip dari unggahan video akun Instagram @ria.audinaa pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Relawan tersebut menjelaskan, air sungai disedot menggunakan mesin pompa lalu ditampung dalam wadah besar.

Air itu kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga diminum.

“Air tersebut disedot menggunakan mesin, kemudian ditampung untuk digunakan sehari-hari. Mulai dari mandi, masak, hingga diminum,” terangnya.

Baca Juga: Fenomena Lubang Raksasa Kian Parah, Warga Aceh Tengah Kehilangan Jalur Alternatif

Belum Tersentuh Bantuan Air Bersih

Lebih lanjut, relawan itu mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan warga, Desa Sulum hingga kini belum menerima bantuan air bersih yang memadai, khususnya untuk kebutuhan konsumsi seperti memasak dan minum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X