Sapi Sedekah Prabowo Warnai Tradisi Meugang, Pererat Solidaritas Warga Aceh

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 19 Februari 2026 | 10:08 WIB
Prabowo Sedekah Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh, Kuatkan Masyarakat Sambut Ramadan - WartaPesona.com (Indonesia Move)
Prabowo Sedekah Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh, Kuatkan Masyarakat Sambut Ramadan - WartaPesona.com (Indonesia Move)

WartaPesona.com - Sedekah pribadi dari Presiden RI Prabowo Subianto berupa sapi untuk tradisi Meugang menjadi penguat semangat masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Bantuan tersebut terasa semakin bermakna karena diberikan di tengah kondisi sebagian wilayah Aceh yang masih berjuang bangkit pascabencana pada November 2025 lalu.

Di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, suasana Meugang tampak berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Warga terlihat antusias bergotong royong menyiapkan Kuah Beulangong, gulai tradisional khas Aceh yang menjadi menu utama dalam tradisi Meugang.

Baca Juga: Belum Punya Hunian Layak, Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang Jalani Hari di Tenda Darurat

“Sedekah dari Presiden Prabowo sangat menyenangkan hati karena kami sedang dalam keadaan musibah seperti ini. Hari Meugang kami jadi sangat meriah, seperti dulu-dulu,” ujar salah seorang warga Desa Geudumbak di lokasi kegiatan, Selasa (17/2).

Sapi sedekah dari Presiden Prabowo tersebut diantarkan langsung kepada warga oleh relawan dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) bersama kelompok relawan lainnya.

Kehadiran relawan disambut hangat oleh masyarakat yang sejak pagi telah bersiap untuk memasak secara bersama-sama.

Proses memasak dilakukan secara tradisional. Wajan berukuran besar disusun di atas tungku kayu bakar, sementara nasi dimasak dalam jumlah besar agar dapat dinikmati bersama-sama oleh seluruh warga.

Baca Juga: Pilu Ramadan 2026 : Korban Banjir Bandang di Aceh Sambut Puasa Tanpa Rumah

Daging sapi yang digunakan merupakan leumo, sebutan sapi dalam bahasa Aceh, hasil sedekah Presiden yang disembelih khusus untuk menyambut Ramadan.

“Orang Aceh menyebutnya Kuah Beulangong. Ini sudah sangat memuaskan bagi kami, karena tradisi ini yang paling diutamakan saat Meugang di Aceh,” tutur warga tersebut.

Begitu masakan matang, masyarakat tampak antusias menyantap hidangan. Satu per satu warga menyendok kuah yang masih mengepul, menandai kebersamaan dan rasa syukur di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih dari bencana.

Meski berada dalam suasana duka akibat musibah, tradisi Meugang tetap dijalankan dengan penuh suka cita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X