“Selain itu, fasilitas WC yang layak juga belum mereka dapatkan,” imbuhnya.
Ketiadaan sanitasi yang layak dan penggunaan air keruh untuk kebutuhan harian tentu meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Penyakit kulit, diare, dan infeksi saluran pencernaan menjadi ancaman nyata, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa fase tanggap darurat memang telah berlalu, namun fase pemulihan masih menghadapi tantangan besar di lapangan.
Baca Juga: Bertemu Anak-anak Korban Bencana di Aceh, Cinta Laura Kagum pada Semangat Mereka
Upaya Pemulihan Jaringan Air
Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM Tirta Tamiang) menyatakan telah membentuk tim percepatan pemulihan jaringan transmisi air bersih.
Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan terganggu akibat banjir bandang.
PDAM mengakui bahwa kondisi air sungai di Aceh Tamiang masih berada dalam kategori sangat keruh.
Padahal, air sungai tersebut merupakan bahan baku utama untuk diolah menjadi air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat.
Tingginya tingkat kekeruhan air membuat proses pengolahan menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu serta biaya tambahan.
Hal ini menjadi salah satu faktor lambatnya pemulihan layanan air bersih di sejumlah wilayah terdampak.
Perhatian Pemerintah Pusat
Di tingkat pusat, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga sempat memberikan perhatian terhadap kondisi pascabanjir di Aceh Tamiang.
Ia menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) Kuala TNI untuk melakukan pembersihan muara atau kuala sungai dari endapan lumpur sisa banjir.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperlancar aliran sungai dan mengurangi risiko banjir susulan, sekaligus membantu menurunkan tingkat kekeruhan air sungai dalam jangka panjang.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Ponpes Aceh Terima Sedekah Sapi Jumbo dari Prabowo
Artikel Terkait
Sapi Sedekah Prabowo Warnai Tradisi Meugang, Pererat Solidaritas Warga Aceh
Sambut Ramadan, Ponpes Aceh Terima Sedekah Sapi Jumbo dari Prabowo
Bertemu Anak-anak Korban Bencana di Aceh, Cinta Laura Kagum pada Semangat Mereka
Fenomena Lubang Raksasa Kian Parah, Warga Aceh Tengah Kehilangan Jalur Alternatif