WartaPesona.com - Suasana halaman Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Aceh Tamiang, tampak berbeda pada Selasa (17/2).
Dua ekor sapi berukuran jumbo terlihat diantar menggunakan mobil bak terbuka menuju area pesantren.
Kedatangan sapi tersebut langsung disambut antusias oleh para santri, pengurus pondok, serta warga sekitar.
Dengan penuh kehati-hatian, sejumlah warga menggiring kedua sapi turun dari kendaraan dan mengikatnya pada dua batang pohon di halaman pondok pesantren.
Tak berselang lama, prosesi penyembelihan pun dilakukan secara bersama-sama. Daging sapi kemudian dipotong menjadi beberapa bagian untuk selanjutnya didistribusikan kepada para santri dan pengurus pondok.
Dua ekor sapi jumbo tersebut merupakan sedekah pribadi dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mendukung pelaksanaan tradisi Meugang di lingkungan pondok pesantren.
Baca Juga: Sapi Sedekah Prabowo Warnai Tradisi Meugang, Pererat Solidaritas Warga Aceh
Meugang sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Aceh menjelang bulan suci Ramadan, yang ditandai dengan memasak dan menyantap daging sapi atau kerbau sebagai wujud rasa syukur, kebersamaan, dan kegembiraan menyambut datangnya Ramadan.
Sapi-sapi tersebut diantar langsung oleh tim Badan Komunikasi Pemerintah RI bersama kelompok relawan.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian penyaluran sedekah Presiden kepada masyarakat Aceh, khususnya lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak bencana.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Ustad Mulkana, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut.
Ia menuturkan bahwa sedekah sapi dari Presiden Prabowo menjadi jawaban atas kegelisahan pihak pondok yang sempat ragu dapat melaksanakan tradisi Meugang tahun ini, menyusul keterbatasan akibat banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang pada November lalu.
“Ketika mengajak santri ke pondok ini, kami sempat berpikir, nanti seperti apa kami melaksanakan Meugang? Apakah anak-anak akan melewati Meugang tanpa daging? Alhamdulillah, dengan bantuan ini, tradisi tersebut tetap bisa kami laksanakan. Ini pengalaman pertama yang sangat berkesan bagi kami,” ujar Mulkana di lokasi.
Baca Juga: Pilu Ramadan 2026 : Korban Banjir Bandang di Aceh Sambut Puasa Tanpa Rumah
Artikel Terkait
Belum Pulih dari Bencana 2025, Tapanuli Tengah Kembali Diterjang Banjir-Longsor
Ramadan di Pengungsian Aceh Tamiang, Harapan dan Doa Warga di Tengah Ujian Bencana
Pilu Ramadan 2026 : Korban Banjir Bandang di Aceh Sambut Puasa Tanpa Rumah
Sapi Sedekah Prabowo Warnai Tradisi Meugang, Pererat Solidaritas Warga Aceh