Pasokan bahan pokok, obat-obatan, dan layanan kesehatan sering terhambat karena jalan yang putus.
Sekolah-sekolah di beberapa desa juga terdampak, dengan anak-anak yang harus menempuh jalur ekstrem untuk bisa pergi ke sekolah.
Upaya Relawan dan Pemerintah
Relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan tetap berjuang mengirimkan bantuan ke desa-desa terpencil.
Video dan dokumentasi perjalanan mereka viral di media sosial, menarik perhatian masyarakat dan lembaga kemanusiaan lain untuk turut membantu.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus berkoordinasi untuk memperbaiki akses jalan dan membangun jembatan darurat agar mobilitas warga kembali normal.
Namun, medan yang sulit dan kondisi cuaca membuat proses ini memakan waktu.
“Kami berharap jalur ini bisa segera diperbaiki, sehingga distribusi bantuan dan mobilitas warga bisa lebih lancar,” ujar salah satu petugas BPBD Aceh Tengah.
Kondisi Aceh Tengah menjadi pengingat akan pentingnya persiapan infrastruktur tangguh bencana, terutama di wilayah pegunungan dan desa terpencil.
Kerja sama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski akses terbatas.
Artikel Terkait
Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali
Kejar Bersih Rumah Jelang Ramadan, Warga Aceh Kerahkan Alat Berat dan Gotong Royong Angkut Lumpur Sisa Banjir
Terdesak Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Mengungsi di Kuburan Tionghoa usai Minta Izin Ahli Waris