Jalan yang putus membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sehingga relawan harus beralih menggunakan motor trail untuk menembus medan yang lebih ekstrem.
Proses distribusi bantuan pun lebih lama dan penuh risiko.
“Jalanan yang kami lewati untuk membawa bantuan semakin terjal, banyak jalur yang hanya bisa dilewati dengan motor,” tambah relawan tersebut.
Baca Juga: Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali
Menyeberang Sungai dengan Tali Sling
Selain jalan darat yang rusak, menyeberangi sungai dengan tali sling menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga Aceh Tengah.
Video yang dibagikan relawan menunjukkan kondisi tali sling yang jauh dari standar keselamatan, hanya menggunakan sarung tangan atau pegangan seadanya.
“Sampai titik terakhir kendaraan roda dua, harus nyebrang naik sling atau jalur bambu. Kalian pikir sling ini aman nggak? Pakai sarung doang, jauh dari kata-kata safety,” ujar pemilik akun.
Ia menambahkan, warga dan relawan harus ekstra hati-hati:
“Kalau udah nggak ada yang jaga, ya narik sendiri sambil nyeberang.”
Bantuan dan Status Tanggap Darurat
Kerusakan jalan dan akses yang terbatas membuat distribusi bantuan menjadi tantangan tersendiri.
Relawan harus membawa logistik secara manual, memanfaatkan motor trail, dan menyeberang sungai dengan tali sling.
Kondisi darurat ini membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menetapkan daerah terdampak dengan status masa tanggap darurat bencana hingga 22 Januari 2026.
Pemkab bersama BPBD terus berupaya membuka jalur alternatif dan mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Dampak bagi Warga
Warga desa terpencil menghadapi kesulitan sehari-hari akibat terbatasnya akses transportasi.
Artikel Terkait
Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali
Kejar Bersih Rumah Jelang Ramadan, Warga Aceh Kerahkan Alat Berat dan Gotong Royong Angkut Lumpur Sisa Banjir
Terdesak Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Mengungsi di Kuburan Tionghoa usai Minta Izin Ahli Waris