Jika dihitung secara bulanan, nominal tersebut bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta, tergantung intensitas kerja.
Perbandingan inilah yang kemudian memicu reaksi emosional dari para guru honorer. Banyak pihak menilai,
meskipun setiap profesi layak dihargai, seharusnya kesejahteraan tenaga pendidik mendapatkan prioritas yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak yang berkaitan dengan program MBG belum memberikan pernyataan resmi terkait isu viral tersebut.
Viralnya curhatan guru honorer ini kembali membuka diskusi publik tentang pentingnya evaluasi kebijakan kesejahteraan tenaga pendidik,
khususnya guru honorer yang selama ini berada di garis terdepan pendidikan, namun masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. *****
Artikel Terkait
Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali
Anggaran Program MBG Disorot, ICW Ungkap Belanja Alat Makan hingga Seragam BGN Capai Ratusan Miliar Rupiah
Kisah Petugas SPPG di NTT Seberangi Sungai Demi Salurkan MBG ke Warga Pedalaman