Pernyataan tersebut dinilai mewakili keresahan banyak guru honorer di berbagai daerah yang selama ini harus bertahan dengan penghasilan minim, bahkan kerap berada di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Gaji Kecil Tak Surutkan Kebanggaan Mengajar
Meski menyoroti ketimpangan penghasilan, perempuan tersebut menegaskan bahwa rasa bangga sebagai tenaga pendidik tidak pernah luntur.
Dengan menahan tangis, ia menyampaikan bahwa profesi guru tetap dijalani dengan penuh dedikasi, meskipun sering mendapat cibiran dari masyarakat.
“Yang kedua, kami bangga pakai seragam ini. Kami bangga, meskipun di luar banyak yang mencibir kita,” tuturnya.
Pernyataan ini pun menuai simpati luas dari warganet. Banyak yang menilai bahwa peran guru honorer sangat vital dalam mencerdaskan generasi bangsa, namun belum sepenuhnya mendapat perhatian yang layak dari negara.
Baca Juga: Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali
Gaji Guru Honorer Masih Jauh dari Layak
Secara umum, besaran gaji guru honorer sangat bergantung pada kemampuan keuangan sekolah, yayasan yang menaungi, maupun alokasi anggaran daerah melalui APBD.
Selain itu, nominal gaji juga berbeda-beda tergantung jenjang pendidikan yang diajar, mulai dari PAUD hingga SMA.
Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit guru honorer yang menerima gaji jauh di bawah standar kelayakan.
Bahkan, ada yang hanya menerima ratusan ribu rupiah per bulan, meski memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang besar.
Pemerintah sendiri mulai tahun 2026 mengalokasikan insentif bagi guru honorer sebesar Rp400 ribu per bulan.
Meski demikian, jumlah tersebut dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan hidup, terutama bagi guru honorer yang tidak memiliki pekerjaan tambahan.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Perbandingan dengan Gaji Sopir MBG Jadi Sorotan
Di sisi lain, beredar informasi di media sosial bahwa gaji sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) berada di kisaran Rp100 ribu per hari.
Artikel Terkait
Aksi Kemanusiaan Togap MCI di Aceh Tamiang, Masak dan Berbagi untuk Korban Banjir
Sekolah Rusak Diterjang Banjir, Bocah Agam Sumbar Tetap Simpan Harapan Bisa Belajar Kembali
Anggaran Program MBG Disorot, ICW Ungkap Belanja Alat Makan hingga Seragam BGN Capai Ratusan Miliar Rupiah
Kisah Petugas SPPG di NTT Seberangi Sungai Demi Salurkan MBG ke Warga Pedalaman