Mahfud MD Nilai Laporan Penistaan Agama terhadap Pandji Pragiwaksono Tak Tepat Sasaran

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Selasa, 20 Januari 2026 | 11:06 WIB
Mahfud MD mengatakan bahwa Pandji Pragiwaksono tak bisa dilaporkan mengenai pasal penistaan maupun penghinaan agama - WartaPesona.com (Suara Merdeka Jakarta)
Mahfud MD mengatakan bahwa Pandji Pragiwaksono tak bisa dilaporkan mengenai pasal penistaan maupun penghinaan agama - WartaPesona.com (Suara Merdeka Jakarta)

Kalau di Indonesia, yang punya otoritas ya Majelis Ulama, ormas-ormas keagamaan, dan sebagainya. Dan biasanya itu menyangkut soal akidah saja,” jelasnya.

Menurut Mahfud, selama materi yang disampaikan tidak mengarah pada pembentukan tafsir baru atau penyesatan ajaran, maka tuduhan penistaan agama menjadi sulit dibuktikan secara hukum.

Baca Juga: Soal Gibran Disebut Ngantuk saat Mens Rea, Mahfud MD Nilai Ucapan Pandji Pragiwaksono Tak Penuhi Unsur Pidana

Contoh Gus Dur dan Lawakan Bagito

Untuk memperjelas pandangannya, Mahfud MD menyinggung peristiwa di masa lalu ketika Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, pernah dijadikan bahan lawakan oleh kelompok lawak Bagito.

Meski materi tersebut menuai reaksi keras dari sebagian masyarakat, Gus Dur justru bersikap santai.

“Ketika Gus Dur jadi Presiden, kelompok lawak meminta maaf sendiri pada Gus Dur, padahal Gus Dur nggak apa-apa.

Digambarkan pakai kacamata hitam, pakai peci, lalu jalan gitu, mata merem karena buta, kemudian nabrak mic,” tutur Mahfud.

Ia menyebutkan bahwa saat itu banyak pihak, termasuk dari kalangan NU, merasa tersinggung dan menganggap lawakan tersebut sebagai penghinaan terhadap kepala negara.

“Anak-anak Banser, anak-anak NU marah dan menyebut itu penghinaan pada pemimpin. Tapi Gus Dur langsung bilang tidak ada penghinaan, beliau tidak merasa terhina,” lanjut Mahfud.

Menurut Mahfud, sikap Gus Dur tersebut menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kritik dan candaan, sekaligus menjadi pelajaran penting dalam memandang batas kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Mahfud MD Angkat Suara soal Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono, Singgung Kritik Tambang Ormas dari Tokoh Lain

Disinggung Soal Dugaan Penghinaan Wapres

Selain laporan dugaan penistaan agama, Pandji Pragiwaksono juga disorot karena dianggap menghina Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam materi komedinya, Pandji menyinggung soal raut wajah Gibran yang disebut terlihat mengantuk.

Mahfud MD menilai tudingan tersebut juga berlebihan dan tidak bisa langsung dikategorikan sebagai penghinaan.

“Kalau dibilang, ‘Maaf ente ngantuk’, itu penghinaan apa? Tidak bisa dianalogikan ke sesuatu,” ujar Mahfud.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X