WartaPesona.com – Influencer sekaligus content creator kuliner, Bobon Santoso, mengungkapkan kondisi terkini wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang masih berjuang bangkit pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.
Hingga awal 2026, dampak bencana tersebut masih meninggalkan kerusakan parah, terutama pada permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan longsor.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @bobonsantoso, pada Sabtu, 10 Januari 2026, Bobon membagikan pengalamannya saat turun langsung ke lokasi bencana.
Ia mengaku awalnya datang dengan niat memberikan trauma healing atau pemulihan psikologis bagi warga terdampak,
namun justru dirinya larut dalam kesedihan setelah melihat langsung kondisi masyarakat yang kehilangan rumah dan ruang hidup mereka.
“Tujuan datang memberi trauma healing, tapi malah kita yang larut dalam kesedihan itu sendiri,” ungkap Bobon dalam unggahan tersebut.
Kerusakan Parah Permukiman Warga
Bobon menuturkan, banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang tidak hanya menghancurkan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi warga.
Banyak rumah yang rata dengan tanah, sementara sebagian lainnya rusak berat dan tak lagi layak huni.
Dalam sejumlah video yang diunggah, terlihat puing-puing bangunan, kayu, dan material bekas rumah warga masih berserakan.
Sebagian warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian, sementara lainnya mencoba membangun hunian darurat dari sisa-sisa material yang tersisa.
Menurut Bobon, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa proses pemulihan masih membutuhkan waktu panjang serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Baca Juga: Banjir Bandang Tinggalkan Jejak Kayu di Mana-mana, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Pemulihan yang Lambat
Aksi Masak Besar Puluhan Ribu Porsi
Sebagai bentuk kepedulian, Bobon Santoso bersama tim relawan menginisiasi aksi masak besar di sejumlah titik terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Artikel Terkait
Sebulan Pascabanjir, Relawan Ungkap Takengon Masih Berkubang Lumpur dan Timbunan Batu di Banyak Akses Jalan
“Airnya Naik Cepat Sekali,” Cerita Bocah Aceh Tamiang saat Banjir dan Longsor Datang Tanpa Peringatan
Banjir Bandang Tinggalkan Jejak Kayu di Mana-mana, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Pemulihan yang Lambat
Bagikan Puluhan Ribu Porsi Makanan untuk Korban Bencana Aceh, King Abdi Menangis di Tengah Aksi Kemanusiaan