Cuplikan video yang dibagikan memperlihatkan kerusakan infrastruktur, rumah warga yang rusak parah, hingga lingkungan sekitar yang belum sepenuhnya tertangani.
Menurut Abdi, senyum yang terlihat di wajah para korban bukan berarti mereka telah terbebas dari duka mendalam.
“Siapa bilang Aceh baik-baik saja?” ujar Abdi dalam video tersebut.
“Sekarang siapa yang bilang mereka sudah bahagia?” lanjutnya, sambil menahan tangis.
Ia menegaskan bahwa senyuman para korban merupakan bentuk ketegaran di tengah penderitaan, bukan cerminan kondisi mental dan emosional yang benar-benar pulih.
“Mereka senyum, meskipun dalam hati mereka merasakan kepedihan,” ungkap Abdi.
Sorotan Medsos Meredup, Kebutuhan Masih Tinggi
Dalam kesempatan yang sama, King Abdi juga menyinggung fenomena menurunnya perhatian publik terhadap bencana di Sumatera.
Ia mengaku merasa sedih melihat banyak unggahan terkait kondisi korban yang kini mulai sepi di media sosial.
“Sedih dan sakit hati, banyak postingan yang sekarang sepi terkait kondisi mereka,” tegasnya.
Abdi kembali menunjukkan kondisi wilayah terdampak di Aceh Tamiang yang masih memerlukan penanganan serius.
Menurutnya, bantuan makanan yang dibagikan hanyalah salah satu bentuk pertolongan jangka pendek, sementara proses pemulihan jangka panjang masih membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak.
“Ini bukti Aceh, Sumatera belum baik-baik saja,” tuturnya.
“Kita masih bisa memberikan makanan yang semeriah ini, dan kami masih membutuhkan Anda semua,” tandas Abdi, menyerukan dukungan lanjutan dari masyarakat luas.
Baca Juga: Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia
Artikel Terkait
Keluhkan Tiket Mahal ke Aceh, Menkes Budi Ungkap Relawan Kemenkes Lebih Murah Terbang via Malaysia
Sebulan Pascabanjir, Relawan Ungkap Takengon Masih Berkubang Lumpur dan Timbunan Batu di Banyak Akses Jalan
“Airnya Naik Cepat Sekali,” Cerita Bocah Aceh Tamiang saat Banjir dan Longsor Datang Tanpa Peringatan
Banjir Bandang Tinggalkan Jejak Kayu di Mana-mana, Warga Aceh Tamiang Keluhkan Pemulihan yang Lambat