Perjuangan Panjang Warga Tapanuli Tengah, Tempuh 9 Jam Jalan Kaki Panggul Sembako

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 22 Desember 2025 | 11:42 WIB
Perjuangan ibu di Tapanuli Tengah jalan kaki 9 jam panggul sembako demi keluarga usai banjir terjang Sumatera - WartaPesona.com (Cakra Krisna FM)
Perjuangan ibu di Tapanuli Tengah jalan kaki 9 jam panggul sembako demi keluarga usai banjir terjang Sumatera - WartaPesona.com (Cakra Krisna FM)

“Terima kasih buat sembakonya,” ucapnya dalam video tersebut.

Ia juga menceritakan bahwa perjalanan yang ia tempuh bukanlah jarak yang dekat. Bagi sebagian orang, sembilan jam adalah waktu tempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan.

Namun baginya, itu adalah jarak yang harus ia lalui dengan berjalan kaki demi membawa pulang kebutuhan pokok untuk keluarganya.

“Ini kami sudah perjalanan pulang, semoga tidak hujan ya,” lanjutnya.

Baca Juga: Demi Bantuan Logistik, Warga Tapteng Harus Lewati Medan Hutan Licin dan Terjal

Letih Tak Menghentikan Langkah

Meski kelelahan tampak jelas di wajahnya, sang ibu tetap berusaha menyemangati dirinya sendiri.

Ia menyadari bahwa perjalanan panjang masih harus ditempuh hingga tiba di rumah, dengan berbagai ancaman yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Hujan yang turun secara tiba-tiba dapat membuat jalan semakin licin dan berbahaya. Selain itu, risiko longsor susulan juga menjadi ancaman nyata di wilayah perbukitan pascabencana.

“Kami butuh tenaga, untuk perjalanan kami butuh waktu sembilan jam, semangat,” kata wanita itu, mencoba menguatkan diri.

Bagi perempuan tersebut, tenaga dan doa menjadi modal utama untuk bertahan di tengah situasi sulit.

Setiap langkah yang ia ayunkan adalah harapan agar keluarganya bisa makan dan bertahan hidup.

Baca Juga: Bencana Agam Sumbar Terkini : 192 Orang Meninggal, 72 Masih Hilang

Doa dan Harapan di Tengah Ancaman Bahaya

Di akhir rekaman perjalanannya, sang ibu menyampaikan permohonan tulus kepada siapa pun yang menyaksikan video tersebut.

Ia berharap perjalanan panjang yang masih harus ia tempuh dapat dilalui dengan selamat, tanpa hambatan maupun musibah tambahan.

“Doakan semoga perjalanan kami aman-aman, tidak ada bahaya,” pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X