“Rumah Kami Habis,” Kisah Haru Dua Bocah Desa Sipange Pascabanjir

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Senin, 22 Desember 2025 | 11:09 WIB
Seorang bocah yang kini tinggal di tenda pengungsian setelah rumahnya hancur diterjang banjir - WartaPesona.com (Suara Merdeka Pekalongan)
Seorang bocah yang kini tinggal di tenda pengungsian setelah rumahnya hancur diterjang banjir - WartaPesona.com (Suara Merdeka Pekalongan)

WartaPesona.com – Di balik reruntuhan bangunan dan pekatnya lumpur sisa banjir bandang yang menerjang Desa Sipange, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, tersimpan kisah pilu tentang kehilangan yang terucap dengan kepolosan anak-anak.

Bencana yang datang tanpa ampun itu tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga menghapus ruang aman tempat anak-anak tumbuh, bermain, dan bermimpi.

Bagi mereka, kehilangan bukan sekadar angka kerugian materiil atau catatan statistik bencana.

Kehilangan adalah saat rumah yang menjadi saksi tawa, cerita sebelum tidur, dan kehangatan keluarga tiba-tiba lenyap, tersapu arus air bercampur lumpur dan material kayu.

Baca Juga: Banjir Rusak Rumah Warga Desa Sekumur, Terpaksa Bertahan di Bawah Terpal

Kepolosan Bocah di Tengah Reruntuhan

Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @Apa Aja pada Minggu, 21 Desember 2025, memperlihatkan dua bocah korban banjir bandang yang kini harus bertahan hidup di tenda pengungsian darurat.

Dengan raut wajah polos dan suara lirih, mereka menceritakan kondisi rumah yang kini tinggal kenangan.

Salah satu bocah dengan lugas menggambarkan rumah keluarganya yang hancur.

Bagi anak seusianya, deskripsi itu disampaikan bukan dengan istilah teknis, melainkan dengan ciri yang paling mudah diingat : warna rumah mereka.

“Sudah rusak rumah kami yang warna biru,” ucap bocah tersebut dalam video.

Kalimat sederhana itu justru terasa menusuk, karena memperlihatkan betapa besar arti rumah bagi anak-anak.

Rumah bukan sekadar bangunan, melainkan identitas yang melekat kuat dalam ingatan mereka.

Baca Juga: Demi Bantuan Logistik, Warga Tapteng Harus Lewati Medan Hutan Licin dan Terjal

Dua Rumah Sekaligus Hancur

Kesedihan semakin terasa saat bocah tersebut melanjutkan ceritanya. Ia menyebutkan bahwa bukan hanya satu, melainkan dua bangunan rumah milik keluarganya yang hancur dalam peristiwa banjir bandang tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Kepolisian

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rusia Siap Tingkatkan Kemitraan dengan ASEAN

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:55 WIB

Koboi Kalah Perang

Kamis, 18 Juni 2026 | 08:47 WIB
X