Trauma yang dialami anak-anak kerap tak terlihat secara kasat mata. Namun, ingatan tentang rumah yang hancur dan kehidupan yang berubah drastis dapat membekas dalam jangka panjang jika tidak mendapatkan pendampingan yang memadai.
Hingga kini, warga Desa Sipange masih berjuang bangkit dari dampak banjir bandang.
Di antara tenda-tenda pengungsian dan puing-puing bangunan, harapan tetap disematkan agar mereka, terutama anak-anak, dapat kembali memiliki rumah yang aman, layak, dan penuh kehangatan.
Karena bagi anak-anak, rumah bukan hanya tempat berlindung dari hujan, tetapi dunia kecil tempat mereka belajar merasa aman dan dicintai. *****
Artikel Terkait
Kawasan Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Fasilitas Pancuran Alami Terdampak
Bencana Agam Sumbar Terkini : 192 Orang Meninggal, 72 Masih Hilang
Demi Bantuan Logistik, Warga Tapteng Harus Lewati Medan Hutan Licin dan Terjal
Banjir Rusak Rumah Warga Desa Sekumur, Terpaksa Bertahan di Bawah Terpal