WartaPesona.com – Di balik hamparan kerusakan dan lumpur sisa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, tersimpan kisah perjuangan luar biasa dari seorang ibu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Di tengah keterbatasan akses dan beratnya dampak bencana, ia rela mengerahkan seluruh tenaga demi menyambung hidup keluarganya.
Demi mendapatkan bantuan logistik, perempuan tersebut harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki selama sembilan jam, menyusuri medan pascabencana yang berat dan penuh risiko.
Jalan yang rusak, licin, serta terputus akibat banjir memaksa warga mengandalkan kekuatan fisik sebagai satu-satunya pilihan.
Baca Juga: “Rumah Kami Habis,” Kisah Haru Dua Bocah Desa Sipange Pascabanjir
Terekam Video dan Viral di Media Sosial
Kisah heroik sekaligus memilukan ini terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian beredar luas di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @apa aja pada Sabtu, 20 Desember 2025, dan menuai beragam reaksi simpati dari warganet.
Dalam rekaman itu, tampak sang ibu sedang memanggul beban bantuan logistik di pundaknya.
Meski langkahnya terlihat berat dan napasnya terdengar terengah-engah, ia terus berjalan menyusuri jalan setapak yang dipenuhi sisa lumpur dan bebatuan.
Kamera ponsel yang merekam perjalanan itu turut menangkap kondisi medan yang harus dilalui, memperlihatkan betapa sulitnya akses menuju permukiman warga terdampak banjir.
Baca Juga: Banjir Rusak Rumah Warga Desa Sekumur, Terpaksa Bertahan di Bawah Terpal
Jalan Rusak, Warga Hanya Bisa Mengandalkan Kaki
Pasca banjir dan longsor, akses jalan di sejumlah wilayah Tapanuli Tengah dilaporkan rusak parah. Banyak jalur yang tidak lagi bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dalam kondisi seperti itu, warga terpaksa berjalan kaki untuk menjemput bantuan dari posko logistik terdekat.
Dengan suara lirih namun penuh rasa syukur, wanita tersebut menyampaikan terima kasih atas bantuan yang ia terima.
Artikel Terkait
Bencana Agam Sumbar Terkini : 192 Orang Meninggal, 72 Masih Hilang
Demi Bantuan Logistik, Warga Tapteng Harus Lewati Medan Hutan Licin dan Terjal
Banjir Rusak Rumah Warga Desa Sekumur, Terpaksa Bertahan di Bawah Terpal
“Rumah Kami Habis,” Kisah Haru Dua Bocah Desa Sipange Pascabanjir