Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan ratusan ribu warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BNPB mencatat jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak mencapai 654 ribu jiwa, menurun dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencapai 884 ribu jiwa.
Penurunan ini seiring dengan mulai surutnya banjir di sejumlah wilayah serta proses pemulangan sebagian pengungsi ke rumah masing-masing.
Khusus di Aceh, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 130.968 kepala keluarga atau 484.944 jiwa.
Mereka tersebar di 2.186 titik pengungsian yang terdiri dari gedung sekolah, rumah ibadah, balai desa, hingga tenda-tenda darurat.
Dampak bencana di Aceh juga menyebabkan 3.845 orang mengalami luka ringan, sementara 479 orang lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Terkait kerusakan infrastruktur, BNPB melaporkan bahwa pemulihan jembatan yang putus di lintas timur Aceh saat ini terus digenjot.
Perbaikan akses transportasi tersebut menjadi prioritas utama agar distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Kisah pengungsi yang meminta mukena di Aceh Tamiang pun menjadi potret kecil dari besarnya dampak bencana ini.
Di balik angka dan data, terdapat cerita kemanusiaan tentang keteguhan, kesabaran, dan kebutuhan dasar manusia baik secara fisik maupun spiritual yang masih harus diperjuangkan di tengah situasi darurat. *****
Artikel Terkait
Truk Sawit Masih Lalu Lalang di Tengah Derita Pascabencana Aceh, WALHI Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan
Prabowo Tegur Paspampres Saat Warga Berebut Foto di Aceh Tamiang
Di Hadapan Warga Takengon, Prabowo Janjikan Percepatan Pemulihan
Tinjau Langsung Aceh, Prabowo Tegaskan Komitmen Percepat Pemulihan Banjir Bandang : Warga Tidak Sendiri