Delapan Ton Bantuan Berhasil Didistribusikan
Total bantuan dari masyarakat Indonesia melalui tim Ferry dan berbagai NGO mencapai 5 hingga 8 ton.
Jumlah besar ini mustahil dipindahkan secara manual tanpa dukungan alutsista milik negara.
Ferry mengungkap, helikopter dan pesawat Hercules menjadi kunci untuk menjangkau daerah yang sepenuhnya terputus.
“Kita tidak mungkin mencapai Gayo, Takengon, atau desa-desa yang terisolasi tanpa Hercules dan helikopter,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses mobilisasi dilakukan cepat dan sangat taktis tanpa hambatan birokrasi.
“Ini kolaborasi yang luar biasa : mahasiswa, relawan, NGO, TNI-Polri, semuanya bersatu.”
Baca Juga: Data Korban Terus Bertambah, Operasi Pencarian di Sumatera Diperluas hingga Daerah Terpencil
Warga Dilanda Kelaparan dan Kehausan
Dalam laporan videonya dari Aceh Tamiang, Ferry memperlihatkan kondisi warga yang sangat memprihatinkan.
Tidak ada listrik, air bersih sulit didapat, dan stok makanan habis.
“Tamiang sama sekali tidak membaik. Orang-orang kelaparan dan kehausan,” ungkapnya.
Ia meminta masyarakat luas tetap mengirimkan bantuan dan berharap pemerintah mempercepat distribusi ke titik-titik yang masih terisolir.
Momen Haru : Pecah Tangis saat Donasi Rp10 Miliar Disampaikan
Saat tiba di salah satu titik pengungsian di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Ferry tak kuasa menahan tangis saat mengabarkan bahwa masyarakat Indonesia berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp10 miliar.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Ide Besar, Menteri Maman: “Yang Dibutuhkan adalah Keberanian Eksekusi”
Data Korban Terus Bertambah, Operasi Pencarian di Sumatera Diperluas hingga Daerah Terpencil
Tiga Korban Longsor Ditemukan di Tapanuli Tengah, Warga Terisolir Bertahan Hidup dengan Makan Durian
Zulhas : Kerusakan Lingkungan hingga Aktivitas Manusia Perburuk Dampak Banjir dan Longsor di Sumatera