Data Korban Terus Bertambah, Operasi Pencarian di Sumatera Diperluas hingga Daerah Terpencil

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 4 Desember 2025 | 11:45 WIB
Pencarian korban banjir bandang dan longsor Sumatera - WartaPesona.com (Merdeka.com)
Pencarian korban banjir bandang dan longsor Sumatera - WartaPesona.com (Merdeka.com)

WartaPesona.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data terbaru terkait dampak bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu, 3 Desember 2025.

Bencana hidrometeorologi ini telah menyebabkan kerusakan luas dan menimbulkan korban dalam jumlah besar.

Berdasarkan pembaruan data yang dirilis melalui situs resmi BNPB pada pukul 09.00 WIB, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 753 jiwa, sementara 650 jiwa dilaporkan masih hilang, dan 2.600 jiwa lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, jumlah warga yang mengungsi akibat bencana tersebut mencapai 576.300 orang, tersebar di tiga provinsi terdampak.

BNPB menyebut angka ini kemungkinan terus berubah seiring masih berlangsungnya proses evakuasi, pendataan di lapangan, serta pencarian korban yang belum ditemukan.

Baca Juga: Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Sumatera, Layanan Seluler dan IndiHome Berangsur Normal

Mensos Gus Ipul : Total Bantuan Mencapai Rp25 Miliar

Meningkatnya jumlah warga terdampak membuat Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat distribusi bantuan logistik, layanan dapur umum, dan dukungan sumber daya manusia.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp25 miliar.

"Untuk keseluruhan sudah kira-kira mencapai sekitar Rp25 miliar," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya, Rabu, 3 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh penyintas bencana.

Selain pembelian bahan baku dapur umum, anggaran itu juga digunakan untuk mendukung operasional relawan dan petugas yang bekerja di lapangan.

"Ya, dapur umum itu ada belanja-belanja bahan bakunya, tapi juga ada pembiayaan untuk SDM-nya," kata Gus Ipul.
"Jadi semuanya itu kita coba terus bisa cukupi," tambahnya.

Baca Juga: Gelondongan Kayu Bermunculan di Lokasi Banjir, DPR Nilai Ada Dugaan Kerusakan Hulu yang Harus Diusut

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB

Houthi, Sekutu Iran di Yaman Serang Arab Saudi.

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Iran Menyerang Aset Militer Amerika di Bahrain

Senin, 13 Juli 2026 | 19:08 WIB
X