Data Korban Terus Bertambah, Operasi Pencarian di Sumatera Diperluas hingga Daerah Terpencil

photo author
Tim Warta Pesona 01, Warta Pesona
- Kamis, 4 Desember 2025 | 11:45 WIB
Pencarian korban banjir bandang dan longsor Sumatera - WartaPesona.com (Merdeka.com)
Pencarian korban banjir bandang dan longsor Sumatera - WartaPesona.com (Merdeka.com)

570 Personel Tagana Dikerahkan untuk 30 Titik Dapur Umum

Untuk memastikan kebutuhan konsumsi para pengungsi terpenuhi, Kemensos mengoperasikan sekitar 30 titik dapur umum, baik yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat maupun yang difasilitasi langsung oleh pemerintah.

Lebih dari 570 personel Tagana (Taruna Siaga Bencana) dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu pengolahan makanan, distribusi, serta pendampingan warga di pengungsian.

"SDM Tagana juga berada di sana, ada sekitar 570 lebih SDM Tagana yang bekerja atau menjadi relawan di dapur-dapur umum kita," jelas Gus Ipul.

Selain itu, dukungan logistik juga datang dari berbagai pihak, termasuk satuan TNI dan Polri. Mereka turut membantu menyediakan bahan baku, distribusi makanan, hingga memastikan keamanan proses penyaluran bantuan di lokasi-lokasi yang masih rawan.

"Tentu ada dapur umum dari TNI, dari Polri, dan dari yang lain-lain yang mencoba juga untuk memberikan dukungan," ujar Mensos.

Baca Juga: Wilayah Sumut Mengaku Kewalahan Hadapi Banjir, Prabowo Tegaskan Negara Siap Menangani Dampaknya

Akses Medan–Aceh Tamiang Mulai Terbuka, Distribusi Bantuan Diharapkan Lebih Lancar

Berbarengan dengan upaya pemulihan kondisi warga, pembukaan akses jalur darat menjadi salah satu langkah penting yang dilakukan pemerintah.

BNPB menyampaikan bahwa jalur Medan–Aceh Tamiang, salah satu jalur vital yang sebelumnya lumpuh akibat longsor dan banjir besar, mulai dapat dilewati oleh kendaraan tertentu.

Dalam laporan resmi BNPB pada Selasa, 2 Desember 2025, disebutkan bahwa alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan sisa material berupa lumpur, kayu besar, batu, serta puing-puing bangunan yang menutup badan jalan.

"Sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur tersebut dengan kecepatan terbatas," tulis BNPB dalam laporan tersebut.

BNPB menargetkan bahwa pada 3 Desember 2025, jalur tersebut bisa dibuka sepenuhnya agar mobilisasi bantuan dari Kota Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, dan Lhokseumawe dapat dilakukan tanpa hambatan.

Dengan terbukanya jalur ini, pemerintah berharap proses distribusi logistik, pelayanan kesehatan, hingga evakuasi lanjutan dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Baca Juga: Mendagri Beberkan Alasan Penjarahan Terjadi : Bantuan Terhambat, Warga Terisolasi Berhari-Hari

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: IRA WP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X