WartaPesona.com – Rentetan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), hingga Sumatera Barat (Sumbar) sejak akhir November 2025 terus menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Ribuan warga mengungsi, ratusan desa terisolir, dan akses logistik terputus akibat rusaknya jembatan, jalan, serta jaringan listrik.
Di tengah situasi darurat tersebut, berbagai pihak bergerak cepat memberikan bantuan. Salah satunya adalah influencer Ferry Irwandi yang turun langsung menembus sejumlah wilayah terdampak bersama tim relawan dari berbagai NGO.
Ferry Irwandi Turun ke Lapangan, Soroti Beratnya Medan
Sejak awal bencana, Ferry aktif melaporkan kondisi lapangan lewat media sosialnya. Ia mengungkapkan betapa sulitnya menjangkau daerah-daerah terisolir, terutama di wilayah pedalaman Aceh, Takengon, Gayo Lues hingga Bener Meriah.
“Banyak lokasi yang benar-benar tidak bisa ditembus tanpa alat berat dan dukungan aparat. Jalan terputus, jembatan hilang, dan beberapa desa terisolir total,” ujarnya.
Menurut Ferry, relawan menghadapi tantangan besar karena kondisi medan sangat ekstrem : jalur darat hancur, jalur udara terbatas, dan distribusi logistik sangat bergantung pada kemampuan membuka akses baru.
Apresiasi untuk TNI-Polri : ‘Tanpa Mereka, Bantuan Tidak Akan Sampai’
Melalui video yang diunggah di TikTok, Ferry menyampaikan apresiasi tulus kepada TNI dan Polri yang disebutnya sangat membantu di garis depan penanganan bencana.
“Semua hal baik yang kalian lihat dalam proses distribusi ini tidak lepas dari kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah melalui TNI dan Polri,” tandasnya.
Ia menyebut, aparat bukan hanya sekadar membantu pengamanan, tetapi juga turun membuka jalur dengan alat berat, mengangkut logistik, hingga menyediakan akses udara.
“Mereka yang bantu buka jalan ke desa-desa terpencil. Kalau tidak ada mereka, barang-barang bantuan ini tidak mungkin sampai,” katanya.
Baca Juga: Tiga Korban Longsor Ditemukan di Tapanuli Tengah, Warga Terisolir Bertahan Hidup dengan Makan Durian
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Ide Besar, Menteri Maman: “Yang Dibutuhkan adalah Keberanian Eksekusi”
Data Korban Terus Bertambah, Operasi Pencarian di Sumatera Diperluas hingga Daerah Terpencil
Tiga Korban Longsor Ditemukan di Tapanuli Tengah, Warga Terisolir Bertahan Hidup dengan Makan Durian
Zulhas : Kerusakan Lingkungan hingga Aktivitas Manusia Perburuk Dampak Banjir dan Longsor di Sumatera