WartaPesona.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Indonesia. Langkah ini mencakup penyisiran dari platform e-commerce hingga warung-warung kecil yang diduga masih menjual produk tanpa izin resmi.
Menurut Purbaya, upaya ini bukan sekadar penertiban, melainkan bagian dari strategi besar melindungi industri rokok legal dalam negeri serta memastikan penerimaan negara dari cukai tidak bocor.
Panggil Marketplace, Minta Stop Jual Rokok Ilegal
Dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin, 22 September 2025, Purbaya mengungkapkan pihaknya telah memanggil sejumlah marketplace besar, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli.
“Kami sudah panggil marketplace untuk tidak mengizinkan penjualan barang-barang ilegal, terutama rokok. Mereka minta pembersihan berlaku 1 Oktober, tapi saya minta dipercepat,” jelasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sindir Ekonom yang Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,12% dari BPS
Ia menegaskan, data penjual yang terdeteksi sudah dikantongi dan penindakan akan segera dilakukan.
“Yang masih bandel menjual, siap-siap ditindak. Harapan saya ini bisa mengurangi konsumsi rokok ilegal,” imbuhnya.
Sisir Warung Kecil dan Supplier
Purbaya menekankan pemberantasan tak berhenti di marketplace. Ia berencana melakukan pemeriksaan hingga ke warung-warung kecil dan pemasok.
“Katanya ada yang jual per toples murah, kita akan cek. Pokoknya siapapun yang jual rokok ilegal, di mana pun, akan saya datangi secara acak,” tegasnya.
Wanti-Wanti Kecurangan Internal
Tak hanya pihak luar, Menkeu juga memberi perhatian pada potensi pelanggaran di internal kementeriannya. Jalur impor, termasuk mekanisme green line, disebut bakal diperiksa ketat.
“Kalau ada kecurangan, baik di Bea Cukai maupun jajaran Kementerian Keuangan, akan kita sikat,” ujarnya.
Baca Juga: Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah
Artikel Terkait
Hotman Paris Ngaku Rugi, Menkeu Purbaya Anggap Bukti Sukses Kebijakan Rp200 Triliun ke Himbara
Menkeu Purbaya Sindir Ekonom yang Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,12% dari BPS
Inggris Akui Palestina: Harapan Perdamaian Baru di Tengah Ancaman Aneksasi Israel
Setelah 10 Tahun Absen, Prabowo Siap Tambah Babak Baru Diplomasi RI di Sidang PBB