Inggris Akui Palestina: Harapan Perdamaian Baru di Tengah Ancaman Aneksasi Israel

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 23 September 2025 | 07:31 WIB
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (kiri) akui Palestina merdeka di tengah Menteri Keamanan Israel, Ben Gvir (kanan) desak pencaplokan Tepi Barat. (Instagram.com@keirstarmer - @otzma_yehudit)
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer (kiri) akui Palestina merdeka di tengah Menteri Keamanan Israel, Ben Gvir (kanan) desak pencaplokan Tepi Barat. (Instagram.com@keirstarmer - @otzma_yehudit)

WartaPesona.com – Untuk pertama kalinya dalam lebih dari seabad, Inggris secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Langkah yang diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Britania Raya, Keir Starmer, pada Minggu (21/9/2025), disebut sebagai upaya menjaga asa solusi dua negara di tengah konflik berkepanjangan.

“Keputusan ini kami ambil demi memastikan peluang perdamaian tetap hidup, sekalipun situasi di Gaza terus memburuk,” ujar Starmer dalam pernyataan video yang dikutip dari Al-Jazeera.

Inggris tidak berdiri sendiri. Sehari sebelumnya, Kanada, Australia, dan Portugal juga menyatakan sikap serupa. Dengan demikian, jumlah negara yang mendukung kedaulatan Palestina kini melampaui 140.

Reaksi Keras dari Israel

Namun pengakuan itu langsung memantik gelombang protes dari Tel Aviv.

Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir, salah satu tokoh politik paling kontroversial, menyebut langkah Inggris dan sekutunya harus segera direspons dengan tindakan nyata.

“Kedaulatan di Yudea dan Samaria harus segera ditegakkan, dan Otoritas Palestina mesti dibubarkan sepenuhnya,” kata Ben Gvir dalam pernyataan yang dikutip AFP, Senin (22/9/2025). Ia bahkan berencana membawa proposal aneksasi itu ke meja kabinet Israel.

Baca Juga: Inggris hingga Australia Resmi Akui Kedaulatan Palestina, Netanyahu Beri Respon Sinis

Nada serupa dilontarkan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich. Menurutnya, keterlibatan negara asing dalam menentukan arah politik Israel sudah tidak relevan.

“Mandat Inggris sudah lama berakhir. Respons kita satu-satunya adalah menegakkan kedaulatan penuh atas tanah air bersejarah bangsa Yahudi,” ujarnya. Smotrich pun mendesak PM Benjamin Netanyahu agar segera mengambil langkah tegas.

Netanyahu Tetap Menolak

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menilai pengakuan negara-negara Barat tersebut justru sebagai “hadiah bagi terorisme”.

“Negara Palestina tidak akan pernah berdiri di sebelah barat Sungai Yordan,” tegas Netanyahu. Ia memastikan akan melawan langkah tersebut di forum PBB pekan depan, sembari menyebut kampanye internasional pro-Palestina sebagai propaganda palsu.

Palestina: Pesan Harapan untuk Dunia

Di pihak lain, Otoritas Palestina menyambut dengan penuh sukacita. Menteri Luar Negeri Varsen Aghabekian Shahin menyebut pengakuan dari Inggris dan sekutunya sebagai sinyal penting bagi perjuangan bangsa Palestina.

Baca Juga: Mencermati Akar Konflik Tanah Israel Sejak 1947 setelah Kini 142 Negara Gaungkan Palestina Merdeka

“Ini adalah pesan harapan bagi rakyat Palestina, sebuah pesan untuk kebebasan, kemerdekaan, dan kedaulatan,” katanya dalam konferensi pers di Ramallah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X