Setelah 10 Tahun Absen, Prabowo Siap Tambah Babak Baru Diplomasi RI di Sidang PBB

photo author
Syamsi Achdali, Warta Pesona
- Selasa, 23 September 2025 | 07:39 WIB
Menyoroti Presiden RI, Prabowo Subianto yang dijadwalkan akan berpidato di Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di AS. (Instagram.com@prabowo)
Menyoroti Presiden RI, Prabowo Subianto yang dijadwalkan akan berpidato di Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di AS. (Instagram.com@prabowo)

Presiden kedua RI, Soeharto, juga tercatat dua kali berbicara di forum ini. Pada 1992, ia menyampaikan Pesan Jakarta, hasil KTT Gerakan Non-Blok di Jakarta yang mewakili 108 negara.

Tiga tahun kemudian, ia kembali hadir pada peringatan 50 tahun PBB, menegaskan komitmen Indonesia pada kerja sama internasional.

Megawati Dorong Reformasi PBB

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidatonya di PBB pada 2001 dan 2003. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya reformasi menyeluruh agar PBB lebih relevan dalam menghadapi tantangan global.

SBY, Presiden Paling Aktif di PBB

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden RI paling sering tampil di podium PBB. Dalam periode 2004–2014, ia enam kali berpidato, termasuk pada Sidang Umum ke-62 tahun 2007.

SBY kerap mengangkat kontribusi Indonesia untuk perdamaian dunia, isu perubahan iklim, hingga pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Mencermati Akar Konflik Tanah Israel Sejak 1947 setelah Kini 142 Negara Gaungkan Palestina Merdeka

Prabowo dan Arah Baru Diplomasi Indonesia

Kini, kesempatan berbicara di podium PBB ada di tangan Prabowo Subianto. Kehadirannya bukan sekadar simbol kembalinya Indonesia setelah 10 tahun, tetapi juga kesempatan emas menambah babak baru dalam tradisi diplomasi RI.

Pertanyaan besarnya: apakah Prabowo akan menggemakan isu-isu lama seperti Palestina dan reformasi PBB, atau menghadirkan visi segar untuk menempatkan Indonesia lebih strategis di tengah turbulensi geopolitik dunia?

Apa pun arah pidatonya, momen ini akan tercatat sebagai bagian penting dari jejak panjang Indonesia di Sidang Umum PBB sejak era Soekarno hingga kini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsi Achdali

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X