Pagi ribut, malam bisa mesra kembali. Yang penting saling memaafkan dan mengerti,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia pun menutup dengan pesan inspiratif: “Jadilah pasangan yang saling menenangkan, saling menguatkan.
Tanggung jawab suami istri tidak hanya selesai setelah akad, tapi terus berlanjut hingga akhirat. Semoga rumah tangga kalian menjadi sumber cinta, rezeki, dan pahala.”
Nikah massal ini menjadi simbol keberpihakan negara terhadap keadilan sosial dan perlindungan keluarga. Bagi pasangan yang hadir, hari itu bukan sekadar hari pernikahan, tetapi titik awal dari perjalanan hidup baru yang sah, terhormat, dan penuh harapan.***
Artikel Terkait
Berkah Ramadan: Kemenag Salurkan Kurma Raja Salman ke Seluruh Indonesia
Mudik Gratis Kemenag 1446 H: Perjalanan Penuh Berkah Menuju Kampung Halaman
Menyatukan Langkah Menuju Baitullah: Manasik Haji Nasional Perdana Kemenag Libatkan 140 Ribu Jemaah Secara Daring
Kemenag Raih Rekor MURI dengan Bimbingan Manasik Haji Nasional, 140 Ribu Peserta Bersatu dalam Doa
Waspada! Kemenag Ingatkan Risiko Berat Jika Gunakan Visa Non Haji
Kemenag Gelar Orientasi Terintegrasi PPIH Arab Saudi 1446 H untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah Haji
Optimalisasi Tata Kelola Dam/Hadyu 2025: Langkah Kemenag Perkuat Akuntabilitas dan Manfaat Sosial Ibadah Haji
Inovasi Digital Al-Qur’an Kemenag Tembus 55 Juta Pengguna: LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI
Jelang Armuzna, Menag Perintahkan Itjen Kemenag Tindak Cepat Ketidaksesuaian Layanan Haji
Irjen Kemenag Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Saat Pantau Langsung Kepulangan Jemaah Haji di Jeddah