Optimisme Kawasan: PM Lawrence Wong Tegaskan Kepercayaan pada Potensi Ekonomi Indonesia dalam Leaders’ Retreat 2025

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Selasa, 17 Juni 2025 | 23:12 WIB
Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong. (Foto: setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong. (Foto: setneg.go.id)

WartaPesona.com- Singapura, 16 Juni 2025 – Pertemuan Leaders’ Retreat perdana antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong berlangsung penuh optimisme dan semangat kebersamaan di Parliament House, Singapura.

Dalam konferensi pers bersama, PM Wong menyatakan kepercayaan mendalam terhadap kekuatan dan prospek jangka panjang ekonomi Indonesia.

“Tahun lalu, Singapura menyumbang lebih dari sepertiga dari total investasi asing langsung (FDI) di Indonesia. Ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek ekonomi Indonesia dan kemampuannya dalam mendorong pertumbuhan kawasan,” ujar PM Wong.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Singapura dalam Leaders’ Retreat Perdana

Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa hubungan Indonesia dan Singapura tidak hanya solid di atas kertas, tetapi juga tercermin dalam aksi konkret dan komitmen jangka panjang.

Menegaskan Sinergi Baru
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan PM Wong sepakat untuk memperluas kerja sama bilateral ke tingkat yang lebih strategis.

Keduanya menekankan pentingnya implementasi penuh atas expanded framework agreements yang telah mulai diberlakukan sejak tahun lalu, mencakup bidang pertahanan, penegakan hukum, serta manajemen wilayah udara.

Baca Juga: Jemaah Pulang dengan Senyum: Haji 2025 Tertib, Nyaman, dan Penuh Syukur

PM Wong menyampaikan bahwa perjanjian pengelolaan wilayah udara (Flight Information Region Agreement) kini telah berfungsi efektif, mencerminkan pencapaian penting dalam kolaborasi teknis dan kepercayaan antara kedua negara.

Tiga MoU Strategis di Bidang Ekonomi Hijau
Kerja sama dalam transisi menuju ekonomi hijau menjadi sorotan dalam Leaders’ Retreat 2025. Tiga nota kesepahaman (MoU) ditandatangani, meliputi perdagangan listrik lintas batas, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage), serta pengembangan zona industri berkelanjutan.

Langkah ini mempertegas komitmen kedua negara dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan dekarbonisasi sektor industri, seraya membuka peluang investasi baru yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Strategi Diplomasi Pariwisata: Kementerian Pariwisata Tingkatkan Promosi Indonesia di Kancah Global

Penguatan Sektor Keuangan dan Ketahanan Pangan
Di sektor keuangan, Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Bank Indonesia memperpanjang skema bilateral financial arrangement untuk tiga tahun ke depan—perpanjangan terlama yang pernah terjadi, menunjukkan kestabilan dan saling percaya antar otoritas moneter.

Selain itu, penandatanganan MoU tentang keamanan pangan dan pengembangan teknologi pertanian menjadi landasan kerja sama baru. Program Young Farmers Development Programme akan mendorong pertukaran inovasi dan pengalaman bagi generasi muda di sektor agrikultur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X