WartaPesona.com- Langit Raja Ampat yang biru dan lautnya yang jernih kini mendapatkan napas segar. Pemerintah Indonesia secara resmi mencabut izin usaha pertambangan (IUP) empat perusahaan yang beroperasi di kawasan Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Selasa, 10 Juni 2025 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Empat perusahaan yang dicabut izinnya adalah:
PT Anugerah Surya Pratama
PT Nurham
PT Mulia Raymond Perkasa
PT Kawei Sejahtera Mining
Pencabutan ini bukan keputusan yang diambil secara gegabah. Dalam keterangan resminya, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa keputusan ini diambil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto setelah memimpin rapat terbatas yang secara khusus membahas keberadaan tambang di kawasan konservasi Raja Ampat.
“Kemarin Bapak Presiden memimpin rapat terbatas, salah satunya membahas tentang izin usaha pertambangan di Kabupaten Raja Ampat ini.
Dan atas petunjuk Bapak Presiden, beliau memutuskan bahwa pemerintah akan mencabut izin usaha pertambangan untuk empat perusahaan,” ujar Mensesneg.
Keputusan Berbasis Data dan Kordinasi Lintas Kementerian, Keputusan ini melalui proses yang panjang.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sambut Premier Li Qiang dalam Upacara Resmi Penuh Kehormatan di Istana Merdeka
Presiden Prabowo Tiba di Malaysia, Siap Perkuat Peran Sentral Indonesia dalam KTT ASEAN ke-46 Bertema Inklusivitas dan Keberlanjutan
Presiden Prabowo Dorong Visi ASEAN 2045 dalam KTT ke-46: Menuju Kawasan yang Maju, Damai, dan Berkelanjutan
KTT ke-46 ASEAN Resmi Dibuka: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Memperkuat Sentralitas Kawasan
Presiden Prabowo Dorong Keanggotaan Papua Nugini di ASEAN: Strategi Perkuat Ketahanan dan Pengaruh Kawasan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen ASEAN pada Perdamaian Myanmar dan Stabilitas Kawasan di Sesi Retreat KTT ke-46
Memperkuat Kemitraan ASEAN: Presiden Prabowo dan PM Siphandone Bahas Perluasan Perdagangan dan Kerja Sama Strategis
Presiden Prabowo Tegaskan Sinergi Ekonomi ASEAN-GCC dan Komitmen pada Kesejahteraan Pekerja Migran
Presiden Prabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp24,44 Triliun untuk Perkuat Ketahanan dan Akselerasi Pertumbuhan Nasional
Presiden Prabowo Terbitkan Inpres Data Tunggal Nasional untuk Akurasi Penyaluran Bansos