Menjaga Harmoni Ekologi dan Ekonomi: Menteri Pariwisata Dorong Industri Ekstraktif Terapkan Prinsip Berkelanjutan di Raja Ampat

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Minggu, 8 Juni 2025 | 21:26 WIB
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana bertemu dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (4/6/2025). (Foto: kemenpar.go.id)
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana bertemu dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (4/6/2025). (Foto: kemenpar.go.id)

WartaPesona.com- Jakarta, 4 Juni 2025 – Dalam upaya menjaga keberlanjutan pariwisata dan ekologi Indonesia, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyerukan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam aktivitas industri ekstraktif yang berdekatan dengan destinasi konservasi, seperti Raja Ampat.

Hal ini disampaikannya saat menerima Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Menteri Widiyanti menyoroti ekspansi pertambangan nikel yang berada dalam radius dekat dengan UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat—salah satu destinasi prioritas nasional yang juga berstatus sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional dan Pusat Terumbu Karang Dunia.

Baca Juga: Akhir yang Menggembirakan: Foto Bersama Jemaah di Jamarat, Tanda Syukur atas Tuntasnya Ibadah Armuzna

Ia menegaskan bahwa pembangunan di wilayah tersebut harus menghormati ekosistem dan mempertahankan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.

“Kami berkomitmen menjadikan Raja Ampat sebagai simbol pariwisata berkualitas berbasis konservasi, edukasi, masyarakat, dan keberlanjutan,” tegas Menteri Widiyanti.

Kementerian Pariwisata mendukung dilakukannya evaluasi izin-izin pertambangan yang bersinggungan dengan kawasan wisata konservasi serta mendorong pendekatan lintas sektor (whole of government) dalam menyusun kebijakan yang mempertimbangkan arah pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga: Lempar Jumrah: Simbol Pengusiran Nafsu, Momentum Kembali ke Fitrah

Gubernur Elisa Kambu turut menegaskan bahwa perlindungan Raja Ampat memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat lokal.

Ia berharap komunikasi yang terjalin akan membawa perhatian lebih besar terhadap kelestarian kawasan tersebut.

Dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, investasi terbaik bagi Raja Ampat adalah investasi pada konservasi, edukasi, dan masyarakat lokal.

Jika dikelola secara bijak, Raja Ampat dapat menjadi model global dalam menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian ekologi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Donald Trump: Kami Jadi Penjaga Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:51 WIB
X