"Rasanya lega sekali. Insya Allah, setelah ini kami akan bersiap ke hotel dan menunaikan tawaf ifadah," kata Rusman Hadi, salah satu jemaah.
Tuntasnya Armuzna bukan sekadar penanda akhir dari rangkaian fisik yang melelahkan, tapi juga titik refleksi spiritual yang mendalam.
Bagi banyak jemaah, ini adalah puncak perjalanan iman, yang diraih dengan kesabaran, kerja sama, dan doa.
Momen foto bersama di Jamarat menjadi simbol tak hanya keberhasilan menunaikan kewajiban haji, tetapi juga keberhasilan menjaga ukhuwah, semangat kolektif, dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT.
Dengan wajah penuh haru dan hati yang ringan, para jemaah kini melangkah menuju tahapan akhir ibadah haji. Sebuah perjalanan ruhani yang akan mereka kenang seumur hidup.***
Artikel Terkait
1.000 Dai Kemenag Sambut Ramadan: Misi Dakwah ke Wilayah 3T dan Luar Negeri
Berkah Ramadan: Kemenag Salurkan Kurma Raja Salman ke Seluruh Indonesia
Mudik Gratis Kemenag 1446 H: Perjalanan Penuh Berkah Menuju Kampung Halaman
Menyatukan Langkah Menuju Baitullah: Manasik Haji Nasional Perdana Kemenag Libatkan 140 Ribu Jemaah Secara Daring
Kemenag Raih Rekor MURI dengan Bimbingan Manasik Haji Nasional, 140 Ribu Peserta Bersatu dalam Doa
Waspada! Kemenag Ingatkan Risiko Berat Jika Gunakan Visa Non Haji
Kemenag Gelar Orientasi Terintegrasi PPIH Arab Saudi 1446 H untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah Haji
Optimalisasi Tata Kelola Dam/Hadyu 2025: Langkah Kemenag Perkuat Akuntabilitas dan Manfaat Sosial Ibadah Haji
Inovasi Digital Al-Qur’an Kemenag Tembus 55 Juta Pengguna: LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI
Jelang Armuzna, Menag Perintahkan Itjen Kemenag Tindak Cepat Ketidaksesuaian Layanan Haji