Hal ini merupakan bagian dari strategi penguatan pelayanan keagamaan yang tidak hanya normatif, tetapi juga empatik dan solutif.
“Pendekatan perempuan terhadap persoalan perempuan harus difasilitasi. Ini bagian dari pelayanan bermartabat,” ujar Menag.
Penutup: Pelayanan yang Terukur dan Bermakna
Rapat teknis ini menjadi langkah awal penyusunan strategi pelayanan haji 2025 yang menyeluruh dan responsif.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan aspek spiritual, diharapkan pelaksanaan haji tahun ini dapat mencerminkan kualitas tata kelola yang unggul dan membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.***
Artikel Terkait
BTPN Syariah Resmi Jadi Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang, Kemenag: Langkah Strategis Perkuat Ekosistem Wakaf
1.000 Dai Kemenag Sambut Ramadan: Misi Dakwah ke Wilayah 3T dan Luar Negeri
Berkah Ramadan: Kemenag Salurkan Kurma Raja Salman ke Seluruh Indonesia
Mudik Gratis Kemenag 1446 H: Perjalanan Penuh Berkah Menuju Kampung Halaman
Menyatukan Langkah Menuju Baitullah: Manasik Haji Nasional Perdana Kemenag Libatkan 140 Ribu Jemaah Secara Daring
Kemenag Raih Rekor MURI dengan Bimbingan Manasik Haji Nasional, 140 Ribu Peserta Bersatu dalam Doa
Waspada! Kemenag Ingatkan Risiko Berat Jika Gunakan Visa Non Haji
Kemenag Gelar Orientasi Terintegrasi PPIH Arab Saudi 1446 H untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Jemaah Haji
Optimalisasi Tata Kelola Dam/Hadyu 2025: Langkah Kemenag Perkuat Akuntabilitas dan Manfaat Sosial Ibadah Haji
Inovasi Digital Al-Qur’an Kemenag Tembus 55 Juta Pengguna: LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI