Misalnya, banyak petani masih mengeringkan gabah dengan cara menjemurnya di atas alas, yang memakan waktu lama dan berisiko menurunkan kualitas hasil panen.
Oleh karena itu, Kemenkop dan BNI juga menargetkan penyediaan mesin pengering (dryer) di KUD, sehingga hasil panen petani dapat dikeringkan lebih cepat dengan kualitas yang tetap terjaga.
"KUD memiliki aset yang bisa dimanfaatkan lebih optimal, bukan hanya kantor tetapi juga gudang yang dilengkapi dengan dryer.
Namun, belum semua KUD memilikinya. Kolaborasi ini bisa diarahkan untuk pengadaan dryer agar hasil panen lebih berkualitas," kata Wamenkop Ferry.
BNI Siap Mendukung Transformasi Koperasi
Wakil Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa BNI memiliki komitmen kuat untuk mendukung transformasi koperasi melalui berbagai inisiatif, termasuk digitalisasi dan penguatan tata kelola koperasi.
"Kami berkomitmen mendukung transformasi koperasi dalam bentuk CSR. Ini adalah langkah nyata BNI dalam memperkuat koperasi sebagai wadah ekonomi masyarakat," ujar Putrama.
Sebagai salah satu bank BUMN terkemuka di Indonesia, BNI memiliki mandat untuk turut serta menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Oleh karena itu, kemitraan dengan Kemenkop menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
"Koperasi adalah instrumen penting dalam perluasan usaha masyarakat. Kami di BNI siap menjadi mitra strategis bagi Kemenkop dalam mendorong perkembangan koperasi di seluruh Indonesia," tambahnya.
Menuju Swasembada Pangan yang Berkelanjutan
Kolaborasi antara Kemenkop dan BNI ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.
Dengan memperbaiki sistem distribusi pupuk, meningkatkan efisiensi pengolahan hasil panen, serta memperkuat koperasi sebagai entitas bisnis yang mandiri, sektor pertanian Indonesia dapat lebih berkembang dan berdaya saing tinggi.
Selain itu, sinergi ini juga menjadi langkah konkret dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan peran koperasi yang semakin kuat, diharapkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pertanian dapat meningkat secara signifikan.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Kemenkop dan BNI akan terus mengevaluasi dan mengembangkan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh para petani, koperasi, dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Revitalisasi KUD dan transformasi Gapoktan menjadi koperasi bukan sekadar perubahan administratif, tetapi sebuah langkah besar dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih modern dan berdaya saing.
Artikel Terkait
Jadi syarat negara maju, Kemenkop UKM kejar target jumlah rasio wirausaha baru capai 3,95 persen hingga 2024
Kemenkop Serahkan Daftar Koperasi Sektor Jasa Keuangan ke OJK, Dorong Penguatan Tata Kelola Usaha