WartaPesona.com- Cirebon Regenerasi dan inovasi menjadi dua kunci penting bagi pengusaha UMKM untuk bertahan dan berkembang, terutama di tengah tantangan era digital.
Hal ini disampaikan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, saat mengunjungi kawasan EB Batik Tradisional di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/1).
“Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda yang berkomitmen melestarikan budaya melalui berbagai inovasi seperti di sini. Ini menunjukkan bahwa regenerasi dan inovasi dapat berjalan seiring untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Tina dalam kunjungan tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa Indonesia di India Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo Subianto
Merawit: Warisan Budaya yang Berharga
EB Batik Tradisional dikenal dengan teknik membatik merawit yang menghasilkan garis-garis halus sekitar 0,1-0,3 mm di atas kain.
Proses ini membutuhkan waktu hingga 12 bulan untuk menghasilkan selembar kain berkualitas tinggi, menjadikan batik merawit sebagai salah satu produk khas Cirebon yang eksklusif.
Merawit tidak hanya melambangkan ketelitian, tetapi juga warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah.
Baca Juga: Langkah Bersejarah: Presiden Prabowo Hadiri Perayaan Hari Republik India ke-76
Batik merawit bahkan telah mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, menjadikannya produk unggulan dengan nilai jual tinggi, mencapai Rp3,5-12 juta per lembar.
Regenerasi: Tantangan dan Peluang
Tina menekankan pentingnya regenerasi bagi para pengusaha UMKM, terutama mereka yang mengelola warisan budaya seperti batik merawit.
Menurutnya, regenerasi harus dibarengi dengan gotong royong untuk memastikan keberlanjutan usaha dan pelestarian budaya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Jadi Tamu Kehormatan di Perayaan Hari Republik India ke-76
“Mari kita menjadi pengusaha yang saling mendukung, bukan bersaing secara personal. Dengan semangat gotong royong, batik merawit Cirebon dapat terus lestari,” tambah Tina.
Inovasi untuk UMKM yang Berkelanjutan
Selain regenerasi, inovasi juga menjadi aspek penting yang harus diterapkan. Dalam kunjungan ke Kampung Batik Trusmi, Tina bersama jajaran DWP Kementerian UMKM menyaksikan langsung proses membatik tradisional dan mempelajari upaya modernisasi yang diterapkan di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Mencari Sumber Modal untuk UMKM: Panduan Lengkap untuk Pemilik Usaha
Peran Strategis UMKM dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia
Memberdayakan UMKM: Kunci Menuju Ekonomi Indonesia yang Tangguh
UMKM Rajutan Baju: Memadukan Tradisi dan Inovasi untuk Mengembangkan Bisnis
UMKM Sepatu Indonesia: Menjaga Tradisi dan Berinovasi di Era Digital
Potensi ekonomi tahun 2025 di Yogyakarta, dari pariwisata, pertanian, dan UMKM akan jadi sektor unggulan
Bunda Indah Amperawati siap bangun Lumajang, salah satunya lewat UMKM hasil pertanian
Kolaborasi Strategis Kementerian Perdagangan dan ASENSI: Peningkatan Perdagangan Lisensi dan Waralaba untuk Kemajuan UMKM
Kolaborasi Kementerian Perdagangan dan Bukalapak: Dorong Transformasi Digital UMKM dan Promosi Produk Lokal
Dekranas Perkenalkan Pengurus Baru: Dina Budi Arie Fokus Kembangkan UMKM Indonesia