Transformasi Koperasi Petani: Pilar Menuju Indonesia Bebas Impor Beras 2025

photo author
Anne Ardianti, Warta Pesona
- Kamis, 23 Januari 2025 | 12:06 WIB
Menkop hadir dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Tahun 2025 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2025). (Foto : kop.go.id)
Menkop hadir dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Tahun 2025 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2025). (Foto : kop.go.id)

WartaPesona.com- Solo Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) tengah mengupayakan transformasi koperasi petani sebagai langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Perpadi 2025 di Solo, Jawa Tengah, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target bebas impor beras pada tahun 2025.

“Kami berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan melalui penguatan koperasi petani, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras,” ujar Ferry dalam pidatonya, Kamis (16/1/2025).

Baca Juga: Anjir Serapat: Saluran Sejarah yang Menghubungkan Sungai Kapuas dan Sungai Barito di Kalimantan

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp10 triliun melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM).

Dana ini difokuskan untuk mendukung koperasi, baik dalam pembiayaan maupun penyediaan alat pendukung seperti dryer.

Revitalisasi KUD dan Peran Bulog
Kemenkop juga memprioritaskan revitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD) guna meningkatkan kapasitas pengolahan gabah menjadi beras berkualitas tinggi.

Baca Juga: Mencetak Bintang Masa Depan: Akademi Sepak Bola Shin Tae-yong di Jakarta

Selain itu, Bulog kembali didorong untuk menyerap gabah petani secara langsung, dengan standar yang menjamin harga lebih kompetitif bagi petani.

“Bulog harus kembali memainkan perannya sebagai penyangga utama pangan nasional. Dengan ekosistem koperasi yang kuat, kita dapat memastikan stabilitas stok beras dalam negeri,” lanjut Ferry.

Penyaluran Pupuk Melalui Gapoktan
Transformasi lain dilakukan melalui perbaikan skema distribusi pupuk. Pemerintah akan melibatkan 6.000 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) berbadan koperasi dalam penyaluran pupuk.

Baca Juga: Donald Trump Mempertimbangkan untuk Mengenakan Tarif 10% Pada Impor Barang Buatan Tiongkok Mulai 1 Februari

Skema ini bertujuan untuk memastikan pupuk sampai ke petani secara tepat waktu dan tepat jumlah, sehingga meningkatkan efisiensi produksi.

Ekosistem Holistik Hulu ke Hilir
Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, menekankan pentingnya membangun ekosistem holistik dari hulu hingga hilir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Anne Ardianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Dadan Hindayana Cs Dijebloskan ke Tahanan

Rabu, 3 Juni 2026 | 18:45 WIB
X