Donald Trump Mempertimbangkan untuk Mengenakan Tarif 10% Pada Impor Barang Buatan Tiongkok Mulai 1 Februari

photo author
Fathan Riyandi, Warta Pesona
- Rabu, 22 Januari 2025 | 13:59 WIB
Donald Trump pada saat kampanye (instagram.com/@realdonaldtrump)
Donald Trump pada saat kampanye (instagram.com/@realdonaldtrump)

WartaPesona.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan pernyataan untuk mempertimbangkan tarif impor 10% pada barang buatan Tiongkok.

Pernyataan ini muncul setelah Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan pajak impor sebesar 25% untuk Meksiko dan Kanada dengan menuduh kedua negara tersebut emmbiarkan imigran ilegal dan obat-obatan masuk ke Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers yang digelar di Washington pada hari Selasa, 22 Januari 2025, Trump juga berjanji untuk menerapkan tarif terhadap Uni Eropa.

"Tiongkok adalah pelanggar, tetapi Uni Eropa sangat, sangat buruk terhadap kita" ujar Trump.

"Mereka memperlakukan kita dengan sangat tidak adil. Jadi mereka akan menghadapi tarif.

Itu satu-satunya cara untuk memulihkan keseimbangan. Hanya dengan cara itu keadilan bisa didapatkan".

Baca Juga: PB PASI Siap Kirim Zohri ke Amerika, Menpora Dukung Atletik Menuju Olimpiade 2028

Sehari setelah pelantikannya pada hari Senin, presiden baru tersebut memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk meninjau kembali kesepakatan dagang yang ada dan mengidentifikasi praktik perdagangan yang dianggap merugikan Amerika Serikat.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi Tiongkok mengecam proteksionisme dalam forum ekonomi dunia di Davos, Swiss.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Ding Xuexiang, menyerukan solusi "win-win" untuk sengketa dagang tanpa menyebutkan Amerika Serikat secara langsung.

Baca Juga: Waduh, kematian residen dokter spesialis PPDS di Amerika Serikat terbesar karena bunuh diri!

Saat masa kampanye, Trump pernah berjanji akan memberlakukan tarif hingga 60% terhadap produk-produk asal Tiongkok.

Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menegaskan bahwa negaranya akan melawan kebijakan tersebut.

"Jika presiden (AS) memutuskan untuk memberlakukan tarif, Kanada akan merespons dan semua opsi terbuka di meja", ujar Trudeau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fathan Riyandi

Sumber: BBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X