Produk mereka bahkan meraih penghargaan internasional, seperti Indonesia Good Design Selection (IGDS) dan Golden Pin Design Award Taiwan.
Contoh lain adalah AUM Apparel, produsen pakaian olahraga asal Bali yang berhasil meningkatkan omzet hingga 400% setelah bergabung dalam program CBI.
Kini, AUM Apparel tak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga pasar internasional, dengan produk yang sudah dijual di Singapura, Amerika Serikat, Swiss, hingga Spanyol.
Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Dickie Sulistya Aprilyanto, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pelaku industri kreatif untuk tetap inovatif.
BPIFK yang sebelumnya dikenal dengan nama Bali Creative Industry Center (BCIC) memiliki tujuan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia melalui prinsip 3C: Create (menciptakan peluang), Connect (menghubungkan pemangku kepentingan), dan Catalyze (mendorong pertumbuhan industri kreatif).
“Melalui BPIFK, kami ingin memastikan bahwa pelaku industri kreatif dapat terus berkembang dan terfasilitasi dengan baik,” kata Dickie.
Dengan adanya program-program seperti CBI, industri kreatif Indonesia siap untuk terus bersinar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan membuka peluang ekspor yang lebih luas. ***(HA)
Artikel Terkait
Kolaborasi Menpora untuk Dorong Industri Olahraga dan Pariwisata Nasional
WamenEkraf Irene Umar Ajak AINAKI Perkuat Kolaborasi, Dorong Industri Animasi Indonesia Kuasai Pasar Global
FurneCraft Expo 2024: Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Furnitur Indonesia
Dorong Industri Serap Susu Lokal, Menperin Agus Gumiwang Dukung Kebijakan Menteri Pertanian
Anggaran Kemenperin 2025 Dipangkas 34%, Menperin: Butuh Dukungan DPR Untuk Lahirkan Kebijakan Pro Industri