WartaPesona.com - Industri kreatif semakin digemari oleh para wirausahawan muda Indonesia, dengan berbagai bidang seperti fesyen, kerajinan, dan furnitur yang melahirkan produk-produk inovatif yang mengusung kearifan lokal.
Baca Juga: Pj Gubernur DKI Teguh Setyabudi Lantik 305 Pejabat Baru, Dorong Inovasi dan Pelayanan Prima
Industri ini tidak hanya memberi warna baru dalam ekonomi, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat melalui penjualan produk bernilai jual tinggi.
Untuk mendukung perkembangan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berperan aktif dalam mempercepat kemajuan pelaku industri kreatif lokal, khususnya di sektor fesyen dan kriya, melalui program pendampingan yang berkelanjutan.
Salah satu kegiatan unggulan adalah Creative Business Incubator (CBI), yang pada tanggal 8 November 2024 lalu menggelar presentasi capaian peserta program pendampingan.
Baca Juga: Jelang Hadapi Jepang, Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, memberikan apresiasi kepada 30 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berhasil menunjukkan hasil positif setelah mengikuti program CBI.
“CBI adalah bentuk komitmen kami untuk mendorong industri kreatif menuju level yang lebih tinggi, khususnya di sektor fesyen dan kriya, yang dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Reni.
Reni menambahkan bahwa pada triwulan pertama 2024, nilai tambah ekonomi kreatif diperkirakan mencapai Rp749,58 triliun, yang setara 55,65% dari target tahunan.
Baca Juga: Menpora Dito Ariotedjo Dukung Kejurnas Pencak Silat Piala Menpora 2024, Ajang Pencarian Talenta Baru
Oleh karena itu, sinergi dengan semua pihak sangat diperlukan untuk terus mengembangkan potensi industri kreatif di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Alexandra Arri Cahyani, menyampaikan bahwa CBI telah terbukti membantu peserta dalam meningkatkan keterampilan dan memperluas pasar, baik nasional maupun internasional.
Salah satu alumni yang sukses berkat CBI adalah Eboni Watch, produsen jam tangan kayu kontemporer yang setelah mengikuti program ini mampu meningkatkan produksi dari 200 unit per bulan menjadi 650-800 unit per bulan.
Baca Juga: MVP ASEAN Futsal 2024, Wendy Brian Ick Dedikasikan Kemenangan untuk Ibu Tercinta
Artikel Terkait
Kolaborasi Menpora untuk Dorong Industri Olahraga dan Pariwisata Nasional
WamenEkraf Irene Umar Ajak AINAKI Perkuat Kolaborasi, Dorong Industri Animasi Indonesia Kuasai Pasar Global
FurneCraft Expo 2024: Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Furnitur Indonesia
Dorong Industri Serap Susu Lokal, Menperin Agus Gumiwang Dukung Kebijakan Menteri Pertanian
Anggaran Kemenperin 2025 Dipangkas 34%, Menperin: Butuh Dukungan DPR Untuk Lahirkan Kebijakan Pro Industri